Thursday, July 04, 2013

karena anda berfikir kami MAIN-MAIN !

[1]
A mengkritik temannya, si B, "Kamu ini kerjaannya Internet melulu."
Sementara si A pecandu game di HP Android. Sementara si B menghabiskan banyak waktu di Internet untuk berniaga dan memperluas jaringan.
Itu karena si A berfikir B main-main. Itu karena A fikirannya hanya tentang main-main.


[2]
A mengkritik temannya, si B, "Kamu ini buka Pesbuk melulu, Twitteran melulu!"
Sementara si A punya kebiasaan nonton program TV yang membuat orang bodoh terlihat pintar dan orang pintar menjadi bodoh tiba-tiba. Sementara si B menghabiskan banyak waktu di Pesbuk atau Twitter untuk belajar, menambah jaringan teman dan sharing info bermanfaat dunia ataupun akhirat.
Itu karena si A ketika Pesbukan atau Twitteran hanya untuk main-main; makanya baginya kedua situs itu hanya situs untuk main-main.


[3]
A mengkritik temannya, si B, "Kamu ini baca buku melulu. Gaul donk. Hari gini wawasan ga cuma di buku."
Sementara si A pergaulannya bersama preman, mahasiswa2 kos yang kuliah ga ada guna, anak-anak muda ga jelas dan gadis-gadis. Sementara si B sekali gaul malah dengan para senior, para guru, para dosen dan orang yang menurutnya berpotensi sukses.
Itu karena si A berfikir gaul itu hanya pada teman yang enjoy dalam kehidupan dan tidak berfikir keras. Itu karena dalam fikirannya hidup hanya main-main.

[4]
A mengkritik temannya, si B, "Dasar loe, ustadz Pesbuk. Ngustadz kok di Pesbuk."
Sementara si C, adalah habib blogger. Tapi, A tidak pernah mengkritiknya.
Itu karena si A berfikir Pesbuk itu cuma untuk main-main, sementara blog itu bukan mainan, melainkan kreasi orang yang suka menulis.


[5]
Habibah mengkritik Habib; karena Habib terlalu sering memegang HP atau PC. "Mas Habib, mbok yo kalau sudah punya barang mati dan barang hidup, ya gunakan yang hidup lebih sering, dong."
Habib pun menurut sementara. HP dan PC dibuang demi menggunakan barang hidup.
Tapi, setelah itu, Habib membeli puluhan buku. Tebal-tebal. Tiap hari ia memegangnya. Membacanya lama sekali. Berhari-hari Habib menunggu kritikan.
Suatu malam, Habibah sedang nyetrika baju manusia. Habib melirik berkali-kali sambil memegang buku, seperti biasanya.

"Habibatiy...," sebut Habib pelan.
"Apa, Mas?" sambut Habibah pelan.
"Kok kamu ga protes?" tanya Habib.
"Protes apa, Mas?" tanya Habibah.
"Nggak protes kalau aku pegang buku terus. Buku kan barang hidup?" pancing Habib.
"Iya, aku tahu. Tapi kan Mas baca buku buat ilmu yang bermanfaat. Jadi, aku fine-fine aja, Mas. Asal aku tetap kedapatan hak yang sesuai, Mas," jawab Habibah.

Itulah dia. Karena Habibah mengira memegang HP dan memegang buku itu beda. Ia menyangka Habib main-main kala memegang HP.
Dan kebanyakan manusia sekarang toh HP lebih dicondongkan untuk alat mainan dan lalai-lalaian.


[Itu Karena Anda Berfikir Kami Main-main]


====================================


Penulisnya bernama (fb) Hasan Al-Jaizy.

(Siapa dia? Hamba ALLAH. Silahkan kenalan sendiri..)

Itulah mengapa tulisan di atas berjejak lelaki. Ada Habibatynya pula.. :D
Tidak mungkin saya memanggil zauj dengan sebutan 'habibaty' kan?

kalau kelak menyebut zauj dengan "Habib/Bib/beb" (hehe) baru pas :D

aroma-aroma OOT tercium~


Sebenarnya tulisan Pak Hasan ini disharenya via status fb, tadinya saya ingin menshare ulang di status, tapi kalau status hmm..akan mudah hilang. Turun teruuus ke bawah. Jadi saya putuskan mencopypastenya saja ke dalam NOTE, agar bisa saya baca ulang atau bisa teman-teman baca jika sempat dan ingin membacanya. Memindahkannya di note pun biar catatannya mudah ditemukan jika sewaktu-waktu dicari.

Tulisan Pak Hasan di atas, cukup mewakili apa yang terlintas di pikiran hati saya kala (dulu) seorang kawan saya berkata, "kok internetan melulu?". Ooh jadi ceritanya, hati saya berpikir. Nah, sang kawan berkata demikian, tanpa mungkin sebelumnya mengecek ulang berapa banyak status yang sudah dilayangkannya di sosmed lain yang inisialnya twitter, yang setelah saya perhatikan "kok becandaan melulu?".

Hmm..seperti itulah pertanyaannya. Selain karena sang kawan lupa berapa puluh twit yang terposting tiap harinya, juga karena boleh jadi ia berfikir saya main-main...
Bukan bermaksud menjadikan catatan ini sebagai pembenaran juga sih..hehe. Baiklah, mainnya dikurangi deh.. Ambil sisi positifnya saja. Demi kebaikan. :)

Mengenai apa yang orang lain fikirkan, biarkan saja mereka berkembang....


salam,
rahmah/emma

No comments:

Post a Comment

say what u need to say.. ^_^