Wednesday, February 22, 2017

Kata mereka tentang Bapak..

"Nak, tidak ada orang yang jadi miskin karena ikhlas dan senang bersedekah dan menolong orang lain. Kalau ada rejeki, bantu saja. Walau tidak kenal, tolong saja apa yang kita bisa. Allah yang mengurus kita. Tidak perlu khawatir."
Bapak berpesan untuk tidak pernah pelit, tidak kikir. Dan memang itulah yang Bapak tunjukkan selama hidupnya.
Dan sepeninggal Bapak, tak pernah sekalipun kutemukan kalimat miring tentang Bapak. Dermawan, baik, amanah, jujur, dihormati, dekat dengan orang kecil dan para pegawai di kantor, hal-hal baik inilah yang sangat sering kudengar dari lisan orang-orang.
"Bapakmu itu..baik sekali. Cerdas, bertanggungjawab, pekerja keras, sederhana, dan disukai orang-orang," seorang staf Bapak memulai ceritanya di suatu hari, "Bapakmu itu berani berkata yang benar dan anti korupsi. Beliau tidak pernah mau terima barang dan uang yang tidak jelas sumbernya. Saat rekan-rekannya sudah gonta-ganti mobil, beliau tetap santai dengan kendaraan kijang tuanya, sampai bisa membeli mobil baru sendiri, padahal dulu selalu ditawari mobil mewah tapi selalu ditolaknya. Bapakmu sering bagi-bagi rejeki ke orang-orang. Sering bantu orang yang susah. Bapakmu pejabat miskin. Sering beliau bilang begitu tentang dirinya. Pejabat sederhana yang kaya hatinya, itulah yang kami lihat."