Assalamu'alaikum :)
Tadi sore aku menemukan kisah ini berseliweran di beranda fesbukku, kisah yang diposting di salah satu fanspage ustad tersohor negeri ini. "KISAH KABAR CACATNYA SEORANG WANITA SHALIHAH", seperti itu judulnya. Awalnya aku menebak isi kisah ini adalah seputar seorang wanita shaliha yang memiliki kecacatan tapi mungkin mampu mengukir banyak prestasi, yah sejenis itu, tak tertebak apa-apa lagi. Maka kubaca saja, ingin mengetahui ada apa gerangan dengan sang wanita. Ternyata kisahnya bersetting di Mesir. Tokoh-tokohnya lulusan Al-Azhar pula. Baru kalimat-kalimat awal sudah terkagum-kagum aku dibuatnya. MasyaAllah.. hmmm.. @_@
Namun ternyata, pemirsa..tebakanku keliru. Di pertengahan kisah nampak semakin jelas inti kisahnya: perNIKAHan karena Allah.
Sebenarnya itu bahasan yang tidak sedang kucari, tapi berhubung sudah baca setengahnya, jadi dilanjut saja. Yah..bisa tertebaklah kisahnya akan berakhir seperti apa. indah.. -_-" << kenapa juga ekspresiku begini? seyogya dan sesurabayanya kan mesti senyum bahagia.. :D >> triing :)
Membaca kisah tersebut, aku jadi ingat salah satu kisah jaman dulu kala. Dimana seorang pria shalih yang sedang lapar mencuri sebuah apel dari salah satu kebun tetangganya. Dia makan apel itu dan dia menyesal karena telah mencuri dan memakan apel curiannya. Padahal sebenarnya dia pun terdesak, tapi yaah namanya orang shalih kalau sadar telah khilaf atau berbuat dosa tentu akan gundah gulana. :(
Maka didatangilah si pemilik kebun apel untuk meminta maaf. Dan ternyata persyaratan agar ia dimaafkan adalah "kisanak, nikahilah putriku! putriku yang cacat matanya, kakinya, tangannya, telinganya, mulutnya..". Nah, sudah bisa menebak kisah yang mana yang kumaksudku? Itu tuh..kisah kerabatnya Imam Syafi'i, kalau nggak salah.. :)
Kalau sudah tahu, jadi nggak perlu kulanjut lagi yaaaah.. :D next capter aja..
Tadi sore aku menemukan kisah ini berseliweran di beranda fesbukku, kisah yang diposting di salah satu fanspage ustad tersohor negeri ini. "KISAH KABAR CACATNYA SEORANG WANITA SHALIHAH", seperti itu judulnya. Awalnya aku menebak isi kisah ini adalah seputar seorang wanita shaliha yang memiliki kecacatan tapi mungkin mampu mengukir banyak prestasi, yah sejenis itu, tak tertebak apa-apa lagi. Maka kubaca saja, ingin mengetahui ada apa gerangan dengan sang wanita. Ternyata kisahnya bersetting di Mesir. Tokoh-tokohnya lulusan Al-Azhar pula. Baru kalimat-kalimat awal sudah terkagum-kagum aku dibuatnya. MasyaAllah.. hmmm.. @_@
Namun ternyata, pemirsa..tebakanku keliru. Di pertengahan kisah nampak semakin jelas inti kisahnya: perNIKAHan karena Allah.
Sebenarnya itu bahasan yang tidak sedang kucari, tapi berhubung sudah baca setengahnya, jadi dilanjut saja. Yah..bisa tertebaklah kisahnya akan berakhir seperti apa. indah.. -_-" << kenapa juga ekspresiku begini? seyogya dan sesurabayanya kan mesti senyum bahagia.. :D >> triing :)
Membaca kisah tersebut, aku jadi ingat salah satu kisah jaman dulu kala. Dimana seorang pria shalih yang sedang lapar mencuri sebuah apel dari salah satu kebun tetangganya. Dia makan apel itu dan dia menyesal karena telah mencuri dan memakan apel curiannya. Padahal sebenarnya dia pun terdesak, tapi yaah namanya orang shalih kalau sadar telah khilaf atau berbuat dosa tentu akan gundah gulana. :(
Maka didatangilah si pemilik kebun apel untuk meminta maaf. Dan ternyata persyaratan agar ia dimaafkan adalah "kisanak, nikahilah putriku! putriku yang cacat matanya, kakinya, tangannya, telinganya, mulutnya..". Nah, sudah bisa menebak kisah yang mana yang kumaksudku? Itu tuh..kisah kerabatnya Imam Syafi'i, kalau nggak salah.. :)
Kalau sudah tahu, jadi nggak perlu kulanjut lagi yaaaah.. :D next capter aja..




