Friday, July 24, 2015

Alhamdulillah, Antologi cerpen MJWJ telah terbit! ^^

Bismillaah.
"Teruntukmu,
Aku sadar, kekecewaanku padamu sedikit berlebihan. Kata-katamu kuanggap tak berguna. Semua yang kau lakukan kuanggap sia-sia. Padahal, aku tahu, kau tak pernah menginginkan selain yang terbaik untukku. Entah berapa lama lagi aku sanggup bertahan. Tanpa hangat pelukmu. Tanpa teduh tatapanmu. Satu-satunya yang sekarang kuharapkan hanyalah sisa waktu bersamamu.
Hanya waktu yang bisa mengembalikan semua. Hanya waktu yang akan mempertautkan impian kita. Ayah, Ibu, dalam jaga di keheningan malamku, namamu berulang-ulang kubisikkan. Semoga Allah memberiku kesempatan yang kedua. Aamiin Ya Rabb."

Pengen baca kisah inspiratif 'konflik' anak dan orangtuanya mengenai cinta, jodoh, impian, dan kuliah? 
Silakan baca buku ketiga @ManJaddaWaJadaa , sebuah antologi cerpen yang berjudul,
"Ya Rabb, Beri Aku Kesempatan Lagi".

Wednesday, July 22, 2015

Dari Matamu Aku Belajar

Kadang kita luput melihat kesalahan diri sendiri, maka kita membutuhkan mata orang lain untuk memberitahukan letak kesalahan itu.

Ada hal yang memang sepatutnya kita ubah. Kita hilangkan. Kita memusnahkan. Tanpa menghilangkan jati diri kita. Tanpa mengubah diri menjadi bukan diri kita lagi.

Perbaikan akhlak atau penampilan yang mendatangkan ridho Allah, dimanakah letak kekeliruannya? Bukankah justru berkah hidup kita jika perubahan kita ke arah yang baik itu ternyata Allah sukai?

Dulu kita menggunakan hijab yang berkain tipis dan berukuran kecil, kini kita belajar untuk lebih melonggarkan hijab karena faedahnya lebih banyak. Dimanakah salahnya? Kita yang terlindungi dari sorotan mata ajnabi, ingin istiqomah setidaknya dalam menjaga aurat kita. Dimanakah salahnya?

Ah..mungkinkah salahnya adalah pada akhlak dan tingkah laku kita sebagai muslimah berhijab? Astaghfirullah. Kita luput melihatnya, maka Allah hadirkan mata orang lain agar kita menyadari apa saja yang harus kita perbaiki setelah kita berhijab dengan baik.

Saturday, July 11, 2015

Cover Our Aurat :)

Bismillah.😊

Dear saudariku, seberapa tertutupnya engkau, engkau akan terlihat mempesona di mata kaum adam. Sebab sebagian dari mereka memang ada yang memudah-mudahkan dirinya untuk memandangi engkau, menikmatinya, mengaguminya, hanya dengan nafsu saja. Kecuali mereka yang beriman, yang memiliki cahaya takwa yang terang dalam dadanya. Mereka akan berusaha menjaga pandangannya dari yang telah Allah haramkan bagi mereka. Mereka memang bukan malaikat, mereka bisa khilaf, namun keimanan dalam dada segera menyadarkan mereka.

Mungkin di sekitarmu dominan pria baik yang tunduk pandangannya yang engkau temui. Bahkan interaksi dengan lawan jenis di keseharian nyata dan di sosial media memang begitu engkau batasi. Namun tetap lindungi dirimu, saudariku. Dan bantulah mereka, saudaramu, untuk istiqomah menjaga pandangannya.

Wednesday, July 08, 2015

Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan

Tips menjelang 10 malam terakhir Ramadhan

Oleh Sheikh Tawfique Chowdhury.

1. Mulailah dengan niat yang bersih dan tulus. Jika sampai hari ini ibadah serasa belum maksimal, bersiaplah untuk memaksimalkannya. Jika Anda benar-benar ingin memperbaikinya, masih ada waktu!

2. Hari ini, bacalah tafsir surat Al-Qadr, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada malam laylatul qadr. Anda akan merasakan keagungan dan kekuatannya, insyaAllah.

3. Jangan menunggu hingga malam ke-27 untuk mengerahkan segalanya. Seluruh malam dari 10 malam terakhir seharusnya jadi target Anda. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai laylatul qadr terlewati begitu saja.

Sunday, July 05, 2015

Wanita yang menjaga diri itu masih banyak!

*sekadar ilustrasi, bukan fotoku.

Wanita yang tidak pernah disentuh pria ajnabi dan berazzam menjaga dirinya agar keutuhan dirinya hanya untuk sang suami saja.. ia ada, banyak. Kalau engkau ragu apakah mereka masih ada atau sudah punah, mungkin karena selama ini engkau bergaul di tempat yang salah dengan orang-orang yang kurang bisa menjaga kesucian dan kehormatannya.

Sunday, June 28, 2015

Hanshin Koshien Stadium dan Level Kebersihan di Jepang :)

Assalamu'alaikum. Bismillah...
Cukup lama tak posting, lebih dari seminggu, tapi lumayan singkatlah jarak waktunya..dibanding dulu pernah posting sebulan sekali. hehee. Nah, kali ini aku mau cerita pengalaman waktu jadi exchange student di Jepang. NOSTALGIA~ :D Topiknya: Kebersihan. Umum ya? Iya benar, umum. Namun sayangnya sekalipun topiknya umum, pelaksanaannya di negeri kita sendiri seperti sangat awam dan sulit untuk direalisasikan. Kenapa ya? Why? Doushite?

menuju gedung Hanshin Koshien Stadium :)

Hmm..tiba-tiba aku membayangkan seorang ibu yang membeli permen di warung kecil di pinggir jalan dan membuka bungkusnya untuk sang anak, lalu kemudian membuang begitu saja bungkus permen tersebut di jalan atau di got yang sudah penuh tumpukan sampah, tepat di depan anaknya. Yeah..Jadilah anak itu meniru prilaku sang ibu. Menganggap hal tersebut sebagai hal yang 'biasa' dan wajar untuk dilakukan. Ironisnya.. -___-"
Yaah..tidak semua ibu mencontohkan hal demikian sih...

Padahal negara Indonesia sendiri mendapat gelar "negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia". Dalam ajaran agama Islam masalah menjaga kebersihan menjadi pokok utama yang perlu diketahui dan seyogyanya diajarkan sejak dini pada setiap anak. Bersih diri, bersih lingkungan. Belum lagi tambahan pelajaran PPKN yang membahas tentang pentingnya menjaga kebersihan. Akan tetapi, kok...masih saja banyak got dan kanal-kanal yang menghitam seperti tinta cumi? Entah apalah isi di dalam sana. Masih adakah binatang air yang hidup di sana? Hehehe..masih, jentik nyamuk. :D
Begitu berbeda dengan kanal-kanal yang berada di Venice, yang airnya bisa dipercikkan dengan jari-jari saat kita menaiki gondola (KITA?? :D *jadiin do'a ajalah* AAMIIN). Airnya begitu bersih. Kotanya pun unik dan romantis. Pantas saja Venice sering dipakai sebagai lokasi syuting atau dijadikan setting cerita-cerita novel. Sungai dan kanal-kanalnya Indonesia kapan??? :D

Friday, June 12, 2015

Bintang yang selalu ada

Aku dan kau tak pernah jauh. Mungkin wujud kita sedang terpisah begitu jauh, tapi tidak dengan hati kita yang saling merindu untuk bersatu. Menyapamu dalam doa adalah hal yang sering kali aku lakukan. Percayalah, doa bisa menjadi jembatan bagi kita untuk bertemu. Pada rindu yang hadir bahkan di saat tersibukku, kuterima ia dengan senyuman dan terkadang pula dengan air mata yang menelaga. Kukemas rinduku dalam wujud doa agar dapat kupersembahkan pada Yang Maha Menguasai Bumi dan Langit, Dia yang menciptakan jiwa kita, aku terang-terangan memohon ridho-Nya.
Mira, Emma, Sera, Trinat :)
Aku sedang duduk bersama teman-temanku di tepi pantai. Air lautnya surut begitu jauh, angin berhembus agak kencang mendinginkan telapak tanganku, dan para bintang masyaaAllah sedang menari menunjukkan pesonanya. Kuibaratkan saja diriku sebagai bintang yang kita kagumi. Maka, yakinlah..di atas sana, aku akan ada. Kadang-kadang awan mendung menghalangi pandanganmu padaku sebab di saat itu mungkin sang hujan pun sudah begitu lama menanti pertemuannya dengan tanah. Biarlah mereka bersua. Bersabarlah, hijab itu hanya sementara.

Tuesday, June 09, 2015

Menghormati orang yang (tidak) berpuasa!

Bismillaah. Pada bulan Ramadhan, hanya muslim yang wajib berpuasa, sedang pemeluk agama lain, tidak. Jangan su'udzon dulu dengan perkataan Pak Menag bahwa "orang yang tidak berpuasa harus dihormati". Menghormati orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan bukan berarti tidak menghormati orang yang berpuasa.

*foto sekadar ilustrasi

Memang pada bulan selain Ramadhan semua warung dan resto, buka di siang hari. Tapi pada bulan Ramadhan, biarkanlah mereka tetap buka dengan sedikit perubahan, dimana jendelanya ditutup tirai misalnya. Mereka tidak wajib tutup dan berhenti berjualan hanya karena Ramadhan. Para pedagang itu juga punya keluarga yang harus dihidupi dengan pekerjaan mereka. Menutup tirai di resto dan warung-warung mereka selama siang hari atau hanya membuka warungnya pada sore hari sampai malam, bukankah termasuk menghormati kita yang tengah menjalankan ibadah puasa?

Monday, May 04, 2015

Tetaplah Menulis (Kebaikan)!

Hey kamu! iya kamu..😊 Teruslah menulis kebaikan, entah itu penggalan ayat Qur'an atau hadist, motivasi, info beasiswa dan kerja, ilmu umum, tips-tips, kisah hikmah meski itu hasil copyan, pengalaman hidupmu yang bisa diambil ibrahnya, saran, guyonan sehat tanpa dusta sebagai selingan, karya sastra, pemahaman-pemahaman baik..apapun yang positif, sembari terus meluruskan niat dan menderaskan istighfar pada niat yang sempat berbelok.

Kamu tahu? Ada yang selalu bersemangat dan tersenyum setiap membaca tulisan penuh kebaikan itu. Aku salah satunya. Merasa bersyukur sekali karena sudah berteman dengan begitu banyak hamba Allah yang baik, yang tak lelah berbagi ilmu dan kebaikan dengan akun sosmednya, dan bersyukur bisa memfollow akun hamba-hamba Allah yang senantiasa menulis kebaikan, karena memang tujuanku memfollow adalah mengambil manfaat dan kebaikan saja. Aku selalu suka, meskipun tidak semuanya yang bermanfaat itu bisa kudaratkan jempol, bahkan aku dan kamu tidak pernah bertegur sapa. Aku memang hanya memfollow apa yang sekiranya baik untuk kubaca sembari menghindarkan mata (unfollow/remove/block) dari akun yang memposting tulisan atau gambar yang mungkin menggoyahkan iman, diusahakan.

Friday, April 17, 2015

Pasangan Serasi dan Cocok

Kenapa kita menganggap bahwa seseorang dengan pasangannya itu tidak serasi (hanya karena melihat fisik mereka)? Padahal rona bahagia yang selalu terpancar kala mereka bersama kemungkinan besar adalah reaksi dari kecocokan hati dan jiwa. Kecocokan yang tidak tiba-tiba terjadi dalam waktu singkat.
Dua anak manusia melalui perjalanan hidup berbeda hingga beranjak dewasa. Tiba masanya tuk saling mencari tanpa sebelumnya pernah tahu siapa sosok yang dicari. Kemudian jalan takdir mempertemukan keduanya untuk saling mengenal. Semakin kenal, melalui berbagai pengalaman, tertawa dan bertengkar, menemukan kesamaan dan menghargai perbedaan, terkadang menangis lalu rukun kembali dan saling menguatkan, hingga keduanya meraba hati.."diakah?". Akhirnya keduanya belajar saling memahami, saling menerima lebih dan kurang, hal itulah yang membuat hati dan jiwa keduanya berpeluk erat.

Friday, April 10, 2015

Ummu Hafsah, Cinta, dan Sepotong Rindu

Shalat dzuhur baru saja usai. Jamaah masih banyak yang duduk di tempatnya masing-masing, kecuali bagian untuk bertawaf. Seketika jalanan itu sudah dipenuhsesaki orang-orang. Luar biasa kekuatan dan keinginan orang-orang untuk terus beribadah. Yang tua tak mau kalah dengan orang muda. Yang berkursi roda tak mau kalah dengan yang berjalan dengan kedua kakinya.

Duduk tepat di samping kananku seorang wanita berjubah dan berniqab hitam. Seorang gadis kecil berusia sekitar 3 tahun dengan wajah cantik khas timur tengah dan begitu menggemaskan dengan rambut coklat ikal sebahu yang memanggil "ummi" duduk pula tak jauh dariku. Gadis kecil ini senang bermain-main dengan alat makeup mainannya. "Siapa namamu, sayang?" tanyaku. Ia menatapku dengan senyuman bercampur heran. Mungkinkah ia tak mengerti bahasa inggris? batinku.

"Hafsah", jawab ibunya, wanita berniqab itu, mewakili Hafsah. Aku tersenyum pada mereka. Aku mengatakan Hafsah cantik dan mainannya bagus, lalu sesekali dengan tingkah malu-malu Hafsah mengajakku bermain dengan menyodorkan lipstik kecilnya. Ia disenangi oleh ibu-ibu di sekitar kami yang juga membawa anak kecil. Kulihat ada akhwat yang memberinya permen. Kuberikan juga permen yang kutemukan dari tasku. Ibunya berkata dengan bahasa Inggris yang jelas "syukran, sister. Sudah cukup baginya makan permen hari ini..", dengan mata yang menyipit ramah. Ummu Hafsah tersenyum dari balik niqabnya.