Wednesday, October 21, 2015

Kisah "Hantu Sholeh" di Rumah Hantu

Ada gitu hantu yang sholeh?😂
Waktu itu ada wahana Rumah Hantu yang dibuat entah oleh komunitas apa, sudah lama, lupa. Aku dan beberapa teman datang ke sana. Setiap pengunjung dikenakan tarif masuk, kalau sendiri lebih murah, kalau bertiga (ramai-ramai) justru mahal. Harganya dibedakan agar pengunjung mau masuk sendirian saja, kan murah. Tapi karena aku solid dan senang kebersamaan, aku masuk ke wahananya bertiga bareng teman-teman perempuan.

Saat masuk, wiiih..suasana berubah. Lorongnya minim cahaya, cuma remang-remang menuju gelap. Kami cuma bawa lilin. Ada bau dupa. Ada suara-suara mencekam selama kami menyusuri lorong dan berpindah ruangan, sayup-sayup tapi bisa membuat kaget dan bulu kuduk merinding, seperti suara langkah kaki, helaan nafas, benda jatuh, derit pintu, gesekan kertas, tawa cekikikan, tangis bayi, dan bersin... (yang jadi hantu kayaknya alergi debu atau dupa).

Friday, October 09, 2015

Celotehna Anak Mudayya :D

Tips bede' untuk pria yang pas-pasan uang na.
Padahal toh, masalah uang (untuk menikah) dan biaya hidup dan gaya hidup saat berumah tangga masih bisa dibicarakan baik2 dulu. Ngapana menyerah nampa tena pa usaha apa-apa?! Nda siap pi kapang mentalmu untuk jadi "pria", masih "cowok" jaki'?
Itu gambar tips nda tahu dari siapa, tapi lucu pas kubaca.
nemu tips macam ini ;D
Itumi nabilang orang gang..biasanya ceramahnya ustadz begini e, "Nikahilah wanita yang kamu ridha pada kesukaan dan kebiasaan (gaya hidup) sang wanita itu. Kalau sendal dia brand terkenal dengan harga ratusan ribu sampai jutaan, maka berusahalah membahagiakannya dengan membelanjakannya barang serupa kelak setelah menikah.

Tuesday, October 06, 2015

Melangitkan Doa di Festival Sastra Islam Nasional 2015

Doa kebaikan yang bunda Sinta panjatkan bersamaku saat itu seusai sesi/materi beliau di kegiatan Festival Sastra Islam Nasional 2015, diantara jatuhnya hujan yang membawa Rahmat Allah, semoga diijabah Allah. Doa yang memberi letupan semangat. Bisa menjadi penulis sebaik bunda Sinta, dan kelak bisa sepanggung dengan beliau di event nasional atau yang lebih besar. "Lagi hujan nih..banyak berdoa..semoga doa kita tadi diijabah", tambah beliau dengan senyum dan tatapan teduhnya. MasyaaAllah..Aamiin Allahumma aamiin.😇

bersama bunda Sinta Yudisia ^^ <3
Aku tak tahu kapan "hari itu" tiba, mendengar bunda Sinta berkata aku harus lebih baik dari beliau, jleb! aduhaaai~ada getaran apaaa begitu di dalam hati...aku sadar aku masihlah hijau dan butuh banyak belajar. Jangankan melebihi beliau, bisa menyamai aja belum. hehe. Tapi aku akan berusaha memantaskan diri untuk cita yang disertai dukungan dan doa bunda Sinta Yudisia. Menjadi salah satu hamba Allah yang bisa berkontribusi untuk kebaikan umat.💛

"Hmm..sepertinya saya pernah lihat. Kita pernah ketemu dimana ya?"

Sunday, September 06, 2015

Muslimah Harus Kalem?

Ada sebuah tulisan yang ingin aku share. Silakan baca yaa.😊

***
Muslimah harus kalem? Muslimah gak boleh pecicilan? Muslimah harus mingkem?
Gini...Sebelum hijrah saya sempat mikir juga, jadi muslimah itu kudu kalem ya? Harus mingkem terus? Gak boleh ketawa? Hal ini sempat membuat saya OGAH pakai jilbab.
Lebay ya saya? Emang!! Sebegitunya saya mikir tentang karakter muslimah yang ideal *eeaa

Sampai akhirnya saat hidayah itu menyapa, saya mencoba menjadi orang lain. Ada seorang kakak yang menjadi figur akhwat banget bagi saya. Kata-katanya lembut, cantik parasnya, kalau ngomong pelan-pelan, jalannya anggun.
Beberapa bulan awal saya menjadikannya figur untuk saya. Bisakah? BIG NO. Yang ada saya stres, banyak emosi dan potensi terpendam. Hinggaaaa akhirnya saya curhat ke kakak mentor dan oleh beliau diberikan sebuah kisah yang jleb.

Thursday, August 27, 2015

Untukmu...Move up!!

Untukmu, jiwa yang sesungguhnya kuat.💜

Jangan pernah memohon kepadanya yang meninggalkanmu itu untuk tetap berada dalam hidupmu. Tidak ada alasan untuk menahan seseorang yang sudah sering melepaskan genggaman tangannya darimu dengan mudah. Ia menyiakanmu. Adamu tak berharga baginya.

Tunggulah nanti ketika kamu telah berbahagia dengan seseorang yang lebih baik dalam segala, seseorang yang tidak menyiakanmu, seseorang yang menjadikanmu separuh jiwanya. Tanpa kamu pinta dan harapkan, ia yang sudah menyepelekanmu akan tertunduk malu dalam kenangan penuh penyesalan panjang.

Saturday, August 15, 2015

Pengalaman kecil di Bandara Haneda

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum. Aku ingin berbagi kisah. :)

Sewaktu berada di negara minoritas muslim itu, berapa kali petugas bandara mengecek baju dan apa saja yang ada di balik gamis dan kerudungku, berbeda dengan salah satu teman yang tak berkerudung yang hanya sekali scan dan selesai.
Ah, apa karena pakaianku? Apa yang mereka khawatirkan?
Tapi jika itu memang sebuah prosedur, tak masalah. *senyum*

Sewaktu salah seorang temanku yang mengenakan hijab jauh lebih besar dan longgar dariku beberapa kali membuang sampah di tempat sampah, berapa kali itu pula security bandara mengecek isi tempat sampah.
Sekali lagi, apa karena pakaian kami yang sangat berbeda dengan semua orang di sana?
Apa yang mereka kira kami buang ke dalam tempat sampah? Atau..ah, mungkin saja temanku keliru menaruh sampahnya ke tempat yang salah? *senyum*

Sewaktu kami bertanya dimana kami bisa melaksanakan ibadah shalat kami, petugas bandara yang baik hati menunjuk salah satu tempat di lantai 3. Memang tak ada tempat secara khusus (saat itu) untuk beribadah di sana, kami maklum akan hal itu, di sana bukan Indonesia.

Seluruh bagian bersih di dunia ini bisa menjadi sajadah untuk kita beribadah :)

Friday, August 07, 2015

Syafaat Sahabat Shalih

Jika Allah telah dan mudah menghadirkan sahabat yang shalih untuk mendampingimu mengarungi hidup, jangan lantas mudah melepas genggaman tanganmu darinya. Sahabat yang shalih bukan malaikat. Ia manusia yang juga bisa salah dan khilaf sama sepertimu, ia memiliki dosa dan aib yang ia sadari dan taubati dalam sujud-sujud panjangnya. Ia pun bisa sedih, kecewa, marah, gundah, sama sepertimu sebagai sesama manusia, akan tetapi ia tidak kenal lelah mengajakmu pada kebaikan dan ketaatan. Ya, walau ia pun tak sempurna. Karena ia tak sempurna, maka ia pun membutuhkan nasehat bahkan teguran darimu untuk kebaikan dirinya.

Sahabat yang shalih akan mengingatkanmu kepada Allah, dalam segi apapun, entah itu lisannya, tulisannya, atau tindakannya. Ia mendoakan kebaikan-kebaikan untukmu. Dan ia tidak ridha jika engkau jauh dari-Nya. Ia menginginkan kebaikan yang ada pada dirinya, juga ada di dalam dirimu.

Thursday, August 06, 2015

Nasehat indah dari Dr. 'Aidh Al-Qarni :)


Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi. Juga tidak bisa menggariskan masa depan. Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan, atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak. Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah. Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang ghaib...Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang. Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang. Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia. Taufik hanya dari Allah swt.

Friday, July 24, 2015

Alhamdulillah, Antologi cerpen MJWJ telah terbit! ^^

Bismillaah.
"Teruntukmu,
Aku sadar, kekecewaanku padamu sedikit berlebihan. Kata-katamu kuanggap tak berguna. Semua yang kau lakukan kuanggap sia-sia. Padahal, aku tahu, kau tak pernah menginginkan selain yang terbaik untukku. Entah berapa lama lagi aku sanggup bertahan. Tanpa hangat pelukmu. Tanpa teduh tatapanmu. Satu-satunya yang sekarang kuharapkan hanyalah sisa waktu bersamamu.
Hanya waktu yang bisa mengembalikan semua. Hanya waktu yang akan mempertautkan impian kita. Ayah, Ibu, dalam jaga di keheningan malamku, namamu berulang-ulang kubisikkan. Semoga Allah memberiku kesempatan yang kedua. Aamiin Ya Rabb."

Pengen baca kisah inspiratif 'konflik' anak dan orangtuanya mengenai cinta, jodoh, impian, dan kuliah? 
Silakan baca buku ketiga @ManJaddaWaJadaa , sebuah antologi cerpen yang berjudul,
"Ya Rabb, Beri Aku Kesempatan Lagi".

Wednesday, July 22, 2015

Dari Matamu Aku Belajar

Kadang kita luput melihat kesalahan diri sendiri, maka kita membutuhkan mata orang lain untuk memberitahukan letak kesalahan itu.

Ada hal yang memang sepatutnya kita ubah. Kita hilangkan. Kita memusnahkan. Tanpa menghilangkan jati diri kita. Tanpa mengubah diri menjadi bukan diri kita lagi.

Perbaikan akhlak atau penampilan yang mendatangkan ridho Allah, dimanakah letak kekeliruannya? Bukankah justru berkah hidup kita jika perubahan kita ke arah yang baik itu ternyata Allah sukai?

Dulu kita menggunakan hijab yang berkain tipis dan berukuran kecil, kini kita belajar untuk lebih melonggarkan hijab karena faedahnya lebih banyak. Dimanakah salahnya? Kita yang terlindungi dari sorotan mata ajnabi, ingin istiqomah setidaknya dalam menjaga aurat kita. Dimanakah salahnya?

Ah..mungkinkah salahnya adalah pada akhlak dan tingkah laku kita sebagai muslimah berhijab? Astaghfirullah. Kita luput melihatnya, maka Allah hadirkan mata orang lain agar kita menyadari apa saja yang harus kita perbaiki setelah kita berhijab dengan baik.

Saturday, July 11, 2015

Cover Our Aurat :)

Bismillah.😊

Dear saudariku, seberapa tertutupnya engkau, engkau akan terlihat mempesona di mata kaum adam. Sebab sebagian dari mereka memang ada yang memudah-mudahkan dirinya untuk memandangi engkau, menikmatinya, mengaguminya, hanya dengan nafsu saja. Kecuali mereka yang beriman, yang memiliki cahaya takwa yang terang dalam dadanya. Mereka akan berusaha menjaga pandangannya dari yang telah Allah haramkan bagi mereka. Mereka memang bukan malaikat, mereka bisa khilaf, namun keimanan dalam dada segera menyadarkan mereka.

Mungkin di sekitarmu dominan pria baik yang tunduk pandangannya yang engkau temui. Bahkan interaksi dengan lawan jenis di keseharian nyata dan di sosial media memang begitu engkau batasi. Namun tetap lindungi dirimu, saudariku. Dan bantulah mereka, saudaramu, untuk istiqomah menjaga pandangannya.