Assalamu'alaikum, readers.. :D
Karena iseng dan belum ngantuk, maka....kubuat saja tulisan di bawah ini..hehe
maaf kalau terkesan agak menyesatkan. ckckck -___-"
Met membaca aja deh :D hehehe
=======================
Beberapa Type Cowo dalam menggombal :
**type cowo gombel standar
A: dek, bapak kamu astronot ya?
B: kok tahu?!
A: karena ada banyak kerlip bintang di matamu..#freeet
**type cowo minderan
A: dek, bapak kamu kapten bajak laut ya?
B: kok tahu?!
A: karena kamu selalu memandangku sebelah mata.. #uhuuk
Kumpulan catatan kecil random; mulai dari curhat alay anak sekolah, review film dan buku, beberapa cerpen (yang udah di-archive), cerita nostalgia, tentang my daily life, sampai opini dan sesuatu agak serius yang kuharapkan bisa memberi hal baik dan positif bagi siapapun yang sempat membaca. :)
Tuesday, August 20, 2013
Sunday, July 28, 2013
Langit Padang Syuhada...
Kulangkahkan kaki hingga tiba di beranda lantai 2 rumahku. Bulan nampak
malu-malu, sedikit menghijab dirinya di balik awan kelabu. Waktu yang
tepat menghirup O2 dan O3 yang menyehatkan, meski di antara sisa-sisa
jemuran yang menggantung.
Alhamdulillah..
Di sini damai, sejuk, dan tenang..
Sayup-sayup terdengar ceramah dari speaker-speaker masjid, suara kokok ayam jantan yang boleh jadi sedang melihat malaikat.. Bolehlah meluangkan waktu untuk berdo'a pada waktu-waktu seperti ini.
Ya, kujelajahi subuh yang sejuk dan tenang, meski sempat terusik sejenak oleh gaduh suara abege yang saling menggoda dalam perjalanan pulang mereka dari masjid..
Langit di atas rumahku bersih, hitam namun mendamaikan.
Di sana?
Ya.. Apa kabarnya di sana?
Seperti apa warna langit Mesir malam ini?
Langit padang syuhada...
Alhamdulillah..
Di sini damai, sejuk, dan tenang..
Sayup-sayup terdengar ceramah dari speaker-speaker masjid, suara kokok ayam jantan yang boleh jadi sedang melihat malaikat.. Bolehlah meluangkan waktu untuk berdo'a pada waktu-waktu seperti ini.
Ya, kujelajahi subuh yang sejuk dan tenang, meski sempat terusik sejenak oleh gaduh suara abege yang saling menggoda dalam perjalanan pulang mereka dari masjid..
Langit di atas rumahku bersih, hitam namun mendamaikan.
Di sana?
Ya.. Apa kabarnya di sana?
Seperti apa warna langit Mesir malam ini?
Langit padang syuhada...
Wednesday, July 24, 2013
Rindu ya Baitullah :')
Aku sedang di kamar, membaca beberapa buku di atas tempat tidur (lupa
judulnya apa tapi berkaitan dengan apa yang saat itu sedang kumonitor di
salah satu grup Islam di facebook), ketika ibu membuka pintu kamar dan
bertanya dengan begitu santai, "mau umrah tidak?".
Dengan mimik wajah datar (karena mengira itu basa basi atau pertanyaan sekedarnya) hanya menjawab singkat sedatar ekspresi wajahku, "iya". Namun sejurus kemudian, ibu mengucapkan kalimat yang membuatku (mesti dan pasti) melambung tinggi, "Besok urus paspornya. Minggu depan berangkat, in syaa Allah."
Alhamdulillah ya Allah...
Sungguh bahagia tiada terkira.
Aku tidak berani menebak-nebak karena hal apa aku bisa dipanggil Allah menuju Baitullah, apakah ada kebaikan yang kulakukan sebelumnya atau apa. Atau ada amalan apa gitu yang diterima? Ih..kalau berpikir yang seperti itu rasa-rasanya kepedean. Aku sadar masih berbuat dosa dan khilaf, ilmu agama masih sedikit, seperti tidak akanada habisnya untuk dipelajari. Tak ada yang patut disombongkan, bukan? Hamba yang kecil dan masih sering buat salah ini.:(
Tapi entahlah.. Itulah mengapa, aku malas menebak-nebak. Jadinya serba salah.
Dengan mimik wajah datar (karena mengira itu basa basi atau pertanyaan sekedarnya) hanya menjawab singkat sedatar ekspresi wajahku, "iya". Namun sejurus kemudian, ibu mengucapkan kalimat yang membuatku (mesti dan pasti) melambung tinggi, "Besok urus paspornya. Minggu depan berangkat, in syaa Allah."
Alhamdulillah ya Allah...
Sungguh bahagia tiada terkira.
Aku tidak berani menebak-nebak karena hal apa aku bisa dipanggil Allah menuju Baitullah, apakah ada kebaikan yang kulakukan sebelumnya atau apa. Atau ada amalan apa gitu yang diterima? Ih..kalau berpikir yang seperti itu rasa-rasanya kepedean. Aku sadar masih berbuat dosa dan khilaf, ilmu agama masih sedikit, seperti tidak akanada habisnya untuk dipelajari. Tak ada yang patut disombongkan, bukan? Hamba yang kecil dan masih sering buat salah ini.:(
Tapi entahlah.. Itulah mengapa, aku malas menebak-nebak. Jadinya serba salah.
Thursday, July 18, 2013
Kairo..aku mengenalmu lewat goresan pena..
Mesir... Kairo...
Awalnya, aku mengenalmu lewat sebuah surat, goresan pena seorang kakak, yang juga menjadi dongeng sebelum tidur di masa kecil.. ^^:)
Jaman 'dulu', komunikasi antara kawan di Indonesia dengan kawan di Mesir diperantarai SURAT. Mungkin di jaman Kang Abik (penulis) masih kuliah juga seperti itu, dan itu terangkum dalam karyanya. Mungkin. Ah, tapi bukankah sudah ada telefon? Apa jaman dulu, biaya untuk menelefon ke luar negeri mahal? Entahlah. Lalu bagaimana dengan email ya?? :o
Ohya..ini hanya uneq-uneq seorang hamba Allah mengenai perkenalannya dengan nama Mesir, Kairo, Al-Azhar. Jadi bagi penikmat tulisan ilmiah, yang mencari informasi terkini mengenai Mesir atau Kairo, wah..mungkin ini bukan tulisan yang tepat untuk kalian baca. Hehee
Kemudian aku flashback...
Di masa SD, terkadang aku 'dititipkan' di rumah tante, entah karena alasan apa akupun tak ingat lagi. Setiap aku menginap di rumah tante, aku pasti tidur bareng anaknya yang adalah kakak sepupu perempuanku. Usianya saat itu hmmm sekitar 20an tahun, masa-masa kuliah, baru saja selesai KKN. Nah, sebelum tidur si kakak selalu mendongengkan 'kisah ajaib'nya dengan seorang ikhwan dari Indonesia yang mengenyam pendidikan di Al-Azhar. Seingatku, mereka berkenalan lewat perantara teman juga, teman di Indonesia. Aku dibacakan surat-surat yang dikirim oleh sang ikhwan, lalu aku diperlihatkan fotonya (pendapatku saat itu tidak neko-neko, "cakep ya kak" :D), diperlihatkan beberapa benda yang dikirim fresh from Mesir (lupa apa saja, pokoknya ada dalam kotak), ada foto Fir'aun juga, foto Pyramida, Sungai Nil, dan lain-lain..
Oh Tuhan..jaman dulu Friendster pun memang belum lahir, apalagi facebook. Akses untuk berbagi info, kabar, apapun di jaman itu belum selancar jaman sekarang.
Awalnya, aku mengenalmu lewat sebuah surat, goresan pena seorang kakak, yang juga menjadi dongeng sebelum tidur di masa kecil.. ^^:)
Jaman 'dulu', komunikasi antara kawan di Indonesia dengan kawan di Mesir diperantarai SURAT. Mungkin di jaman Kang Abik (penulis) masih kuliah juga seperti itu, dan itu terangkum dalam karyanya. Mungkin. Ah, tapi bukankah sudah ada telefon? Apa jaman dulu, biaya untuk menelefon ke luar negeri mahal? Entahlah. Lalu bagaimana dengan email ya?? :o
Ohya..ini hanya uneq-uneq seorang hamba Allah mengenai perkenalannya dengan nama Mesir, Kairo, Al-Azhar. Jadi bagi penikmat tulisan ilmiah, yang mencari informasi terkini mengenai Mesir atau Kairo, wah..mungkin ini bukan tulisan yang tepat untuk kalian baca. Hehee
Kemudian aku flashback...
Di masa SD, terkadang aku 'dititipkan' di rumah tante, entah karena alasan apa akupun tak ingat lagi. Setiap aku menginap di rumah tante, aku pasti tidur bareng anaknya yang adalah kakak sepupu perempuanku. Usianya saat itu hmmm sekitar 20an tahun, masa-masa kuliah, baru saja selesai KKN. Nah, sebelum tidur si kakak selalu mendongengkan 'kisah ajaib'nya dengan seorang ikhwan dari Indonesia yang mengenyam pendidikan di Al-Azhar. Seingatku, mereka berkenalan lewat perantara teman juga, teman di Indonesia. Aku dibacakan surat-surat yang dikirim oleh sang ikhwan, lalu aku diperlihatkan fotonya (pendapatku saat itu tidak neko-neko, "cakep ya kak" :D), diperlihatkan beberapa benda yang dikirim fresh from Mesir (lupa apa saja, pokoknya ada dalam kotak), ada foto Fir'aun juga, foto Pyramida, Sungai Nil, dan lain-lain..
Oh Tuhan..jaman dulu Friendster pun memang belum lahir, apalagi facebook. Akses untuk berbagi info, kabar, apapun di jaman itu belum selancar jaman sekarang.
Sunday, June 16, 2013
Nonton bola oke! Shalat oke!
Assalamu'alaikum. Selamat menjelang subuh! sudah pada qiyamul lail belum? :)
Nah, sekarang aku sedang menonton pertandingan bola. Piala Konfederasi 2013. Ada BRAZIL dan JEPANG yang membuka pertandingan!! Tadi ada opening ceremonynya, lumayan keren. Iya, soalnya masih jauh lebih bagus opening ceremony piala apaaaaa gitu namanya, yang dulu pernah kunonton. hehe. Jangan tanya aku lah kalau masalah bola, jelas bukan ahlinya. Makanya di postingan ini tidak bakal ada informasi spektakuler mengenai persebakbolaan. Ini hanya tulisan curhat disela-sela menonton tayangan bola. :D
Bagi pembaca yang detik ini sedang menonton bola, dan bermukim di Indonesia..oh please..jangan lewatkan waktu mustajab untuk berdo'a pada Allah (yaiyalah, khusus bagi yang muslim/ah). Qiyamul lail yuuuk!! Duh, masa' sih nungguin pertandingan bola sampai begadang, ganjal kelopak mata pakai batang korek api..bisa, tapi giliran shalat dua rakaat, membersihkan jiwa hati pikiran, berdialog khusyuk dengan Sang pencipta..tak mampu?? Ini niiiih..yang pemuda (mayoritas pelaku/penikmat bola), mana tekadnya untuk menuntaskan dua rakaat? Atau mau diiming-imingi sesuatu dulu? yaudah, simak hadist ini..
Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah qiyamul lail (sholat di tengah malam)"(Muttafaqun ‘alaih)
"Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makanan, sambunglah tali persaudaraan dan sholatlah ketika manusia terlelap tidur pada waktu malam niscaya engkau akan masuk surga dengan selamat” (HR. Ibnu Majah)
Friday, June 14, 2013
Qur'an yang kau baca pun tahu..
Bismillah.. :)
Qur'an yang kau baca pun tahu, seberapa sering air matamu tertumpah dan menetes di atas tulisannya karena mengingat dosa-dosa saat menyusuri bait demi bait firman Allah di dalamnya..
Tak mengapa. Lanjutkanlah bacaanmu dengan beristighfar pada-Nya..
Qur'an yang kau baca pun tahu, seberapa keras kau berjuang menyingkirkan bayang-bayang makhluk-Nya yang mulai mengusik tidur malammu, bayang-bayang dirinya yang terus saja menari di atas lembar yang kau baca saat kau berusaha lebih mencintai Sang Pemilik cinta terbesar yang menurunkan Qur'an itu sebagai pedoman bagimu..
Tak mengapa. Lanjutkanlah bacaanmu dengan beristighfar pada-Nya..
Qur'an yang kau baca pun tahu, seberapa besar rasa rindumu pada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan padamu untuk menjadi muslim yang berIslam secara kaffah, namun kau ragu akan dirimu yang merasa telah mengingkari isi Qur'an karena maksiat yang kau lakukan..
Tak mengapa. Lanjutkanlah bacaanmu dengan beristighfar pada-Nya..
Qur'an yang kau baca pun tahu, seberapa sering air matamu tertumpah dan menetes di atas tulisannya karena mengingat dosa-dosa saat menyusuri bait demi bait firman Allah di dalamnya..
Tak mengapa. Lanjutkanlah bacaanmu dengan beristighfar pada-Nya..
Qur'an yang kau baca pun tahu, seberapa keras kau berjuang menyingkirkan bayang-bayang makhluk-Nya yang mulai mengusik tidur malammu, bayang-bayang dirinya yang terus saja menari di atas lembar yang kau baca saat kau berusaha lebih mencintai Sang Pemilik cinta terbesar yang menurunkan Qur'an itu sebagai pedoman bagimu..
Tak mengapa. Lanjutkanlah bacaanmu dengan beristighfar pada-Nya..
Qur'an yang kau baca pun tahu, seberapa besar rasa rindumu pada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan padamu untuk menjadi muslim yang berIslam secara kaffah, namun kau ragu akan dirimu yang merasa telah mengingkari isi Qur'an karena maksiat yang kau lakukan..
Tak mengapa. Lanjutkanlah bacaanmu dengan beristighfar pada-Nya..
Wednesday, June 12, 2013
masih ada aku :)
kawan..
ingin kukatakan dengan lantang pada mereka,
bahwa menangis tidak menjadikanmu hina dan rendah..
menangislah.. tak mengapa.
air mata bukanlah tanda kelemahan. bukan.
kenapa harus malu?
bukankah sejatinya manusia itu lemah tanpa-Nya?
memang hanya Dia yang mampu menguatkan hati setiap manusia yang memohon pada-Nya..
maka,
jika ingin dan bisa,
kau boleh meminjam bahuku untuk melepaskan segala penatmu..
masalahmu mungkin tidak akan selesai begitu saja,
tapi setidaknya kau tahu bahwa ada yang bersedia meluangkan waktu untuk mendengarmu..
dan berusaha melahirkan tawamu kembali dengan cara mereka.
kau tidak sendiri. percayalah..
Tuesday, June 11, 2013
Fiksimini: Mata Air Syurga-part II
~Mata Air Syurga part 2
(dari Salsabila untuk Habib)
Kasih sayang dan perhatianmu bukan berbentuk tawaran memadu kasih yang belum pantas terjalin sebelum ijab qabul terucap..
bukan dengan sms dan telepon yang tak perlu yang mungkin akan membuatku tersenyum-senyum membacanya dan mengingatnya berkali-kali..
bukan dengan ajakan keluar berdua dengan dalih pengakraban diri..
bukan dengan hal-hal yang bisa saja meruntuhkan keimananku yang masih tipis...
bukan..
kuperhatikan bukan seperti itu.
Kasih sayang dan perhatianmu bukan berbentuk tawaran memadu kasih yang belum pantas terjalin sebelum ijab qabul terucap..
bukan dengan sms dan telepon yang tak perlu yang mungkin akan membuatku tersenyum-senyum membacanya dan mengingatnya berkali-kali..
bukan dengan ajakan keluar berdua dengan dalih pengakraban diri..
bukan dengan hal-hal yang bisa saja meruntuhkan keimananku yang masih tipis...
bukan..
kuperhatikan bukan seperti itu.
Friday, May 24, 2013
Perjalanan Hijrah...
Bismillah...
Tak pernah aku tahu kapan tepatnya. Aku yang bisa dilihat dari isi blog sejak tahun 2005 sampai memasuki masa-masa kuliah, selayaknya anak perempuan pada umumnya. Anak perempuan yang mengalami masa-masa 'umum' ketika berseragam sekolah. Anak perempuan ceria yang saat itu senang-senangnya bermain, menonton film dan membaca komik sesuka hati, tak susah-susah menghafal lirik lagu terutama lirik lagu anime, membuat dan menulis blog yang saat itu belum kutahu pasti untuk apa dan akan menjadi apa nantinya. Sekarang menjadi yah perempuan yang sedikit berbeda. Bukan merasa diri lebih baik dari orang lain. Bukan. Akan tetapi merasa ada perubahan yang telah Allah limpahkan kepada diri yang kecil ini. Lewat pertemuan-pertemuan, kejadian-kejadian, apa saja. Dibanding dulu, ada yang berubah.
Tak pernah aku tahu kapan tepatnya. Aku yang bisa dilihat dari isi blog sejak tahun 2005 sampai memasuki masa-masa kuliah, selayaknya anak perempuan pada umumnya. Anak perempuan yang mengalami masa-masa 'umum' ketika berseragam sekolah. Anak perempuan ceria yang saat itu senang-senangnya bermain, menonton film dan membaca komik sesuka hati, tak susah-susah menghafal lirik lagu terutama lirik lagu anime, membuat dan menulis blog yang saat itu belum kutahu pasti untuk apa dan akan menjadi apa nantinya. Sekarang menjadi yah perempuan yang sedikit berbeda. Bukan merasa diri lebih baik dari orang lain. Bukan. Akan tetapi merasa ada perubahan yang telah Allah limpahkan kepada diri yang kecil ini. Lewat pertemuan-pertemuan, kejadian-kejadian, apa saja. Dibanding dulu, ada yang berubah.
Aku berharap, Allah menyaksikan itu sebagai sebuah perubahan ke arah yang jauh lebih baik. Semoga...
Mungkin ada teman yang membaca blog ini, membandingkan apa yang kutuangkan di 'jaman dulu' dengan apa yang akhir-akhir ini aku tuangkan, ada perbedaan. Maka, maafkanlah diri ini jika ada teman yang kurang berkenan dengan tulisanku dulu. Dan maafkanlah jika ada teman-teman yang justru merindukan postingan-postingan jenis di jaman dulu tapi belum juga kuhadirkan. Dan mohon maafkanlah jika justru postingan terbaru lah yang tak mengenakkan hati teman-teman. Mohon keikhlasan untuk memaafkan...
Maafkan, jika blog ini belumlah ada apa-apanya...
Mungkin ada teman yang membaca blog ini, membandingkan apa yang kutuangkan di 'jaman dulu' dengan apa yang akhir-akhir ini aku tuangkan, ada perbedaan. Maka, maafkanlah diri ini jika ada teman yang kurang berkenan dengan tulisanku dulu. Dan maafkanlah jika ada teman-teman yang justru merindukan postingan-postingan jenis di jaman dulu tapi belum juga kuhadirkan. Dan mohon maafkanlah jika justru postingan terbaru lah yang tak mengenakkan hati teman-teman. Mohon keikhlasan untuk memaafkan...
Maafkan, jika blog ini belumlah ada apa-apanya...
Thursday, May 16, 2013
Mujahid cyber, jangan mencoreng!
Assalamu'alaikum, pemirsa! Konbanwa :)
Kali ini bahas apa ya?? -____-"
Kalau judulnya seperti di atas, apa sudah bisa 'tertebak' isinya?
Iya, orang lagi keseelll :D hihii *kok gitu?
Tadi seorang teman menyertakanku pada notenya. Isi notenya hmm...sebuah pertanyaan jika kita memang seorang muslim, apa kontribusi yang sudah atau pernah kita berikan untuk agama Islam? Dan beberapa saran untuk berkontribusi. :)
Sebenarnya yang di bawah ini adalah komentarku pada notenya yang kutambahkan dan kuedit sedikit karena di sana aku berusaha menahan diri untuk tidak berkomentar banyak (eeeh jadinya cukup banyak juga., jadi malu sendiri), dan juga karena ini blog, maka bahasanya perlu diutak atik agar aku dan orang yang membaca postingan ini bisa seperti berdialog langsung.. :)
Kontribusi..
mungkin bisa kuberi contoh salah satu kontribusi yang tidak sekedar di mulut yang berkata bangga menjadi muslim, melainkan juga berkontribusi via perbuatan (spesifiknya: tulisan).
Di sosmed (semacam fesbuk) banyak sekali kita temui grup debat lintas agama. Kalian juga pasti pernah diseret ke sana. Dari sedikit lama-lama menjadi bukit, seperti itulah para mujahid cyber (pejuang Islam dunia maya, sebutanku) berdatangan untuk 'berjihad'. Dgn misi dakwah, membersihkan nama Islam dari fitnah. Fitnah kaum non-Islam yang buta akan keindahan Islam yang sejati. Mereka melakukan pengklarifikasian atau membantah tuduhan-tuduhan miring terhadap Islam dari pihak pemeluk agama lain dengan ilmu, kesantunan, dan penuh kesabaran.
Itu bagus. Bagus banget! Itu menurutku. Seperti tulisan yang tertera dalam gambar juga. Akhlaq Rasul..Subhanallah..keren yaaah? :)
Dan sometimes aku salut dengan orang-orang yang bisa melakukan itu. :)
Sayangnya tidak banyak yang bisa sebagus itu...
Kali ini bahas apa ya?? -____-"
Kalau judulnya seperti di atas, apa sudah bisa 'tertebak' isinya?
Iya, orang lagi keseelll :D hihii *kok gitu?
Tadi seorang teman menyertakanku pada notenya. Isi notenya hmm...sebuah pertanyaan jika kita memang seorang muslim, apa kontribusi yang sudah atau pernah kita berikan untuk agama Islam? Dan beberapa saran untuk berkontribusi. :)
Sebenarnya yang di bawah ini adalah komentarku pada notenya yang kutambahkan dan kuedit sedikit karena di sana aku berusaha menahan diri untuk tidak berkomentar banyak (eeeh jadinya cukup banyak juga., jadi malu sendiri), dan juga karena ini blog, maka bahasanya perlu diutak atik agar aku dan orang yang membaca postingan ini bisa seperti berdialog langsung.. :)
Kontribusi..
mungkin bisa kuberi contoh salah satu kontribusi yang tidak sekedar di mulut yang berkata bangga menjadi muslim, melainkan juga berkontribusi via perbuatan (spesifiknya: tulisan).
Di sosmed (semacam fesbuk) banyak sekali kita temui grup debat lintas agama. Kalian juga pasti pernah diseret ke sana. Dari sedikit lama-lama menjadi bukit, seperti itulah para mujahid cyber (pejuang Islam dunia maya, sebutanku) berdatangan untuk 'berjihad'. Dgn misi dakwah, membersihkan nama Islam dari fitnah. Fitnah kaum non-Islam yang buta akan keindahan Islam yang sejati. Mereka melakukan pengklarifikasian atau membantah tuduhan-tuduhan miring terhadap Islam dari pihak pemeluk agama lain dengan ilmu, kesantunan, dan penuh kesabaran.
![]() |
| BACA !! BACA !! DAN AMALKAN.. :) |
Itu bagus. Bagus banget! Itu menurutku. Seperti tulisan yang tertera dalam gambar juga. Akhlaq Rasul..Subhanallah..keren yaaah? :)
Dan sometimes aku salut dengan orang-orang yang bisa melakukan itu. :)
Sayangnya tidak banyak yang bisa sebagus itu...
Friday, May 10, 2013
Tinta cinta untukmu yang kusayangi..
Sajadah sederhanaku takkan pernah kering.
selalu ada air mata yang memberi jejak di sana.
di sanalah dua malaikat membelai lembut punggungku dan menjadi saksi do'a-do'aku untukmu..
Di keheningan malam aku selalu memohon kebahagiaan sejati untukmu di alam sana, Bapak..
Alam yang menjadi persinggahan sebelum engkau melangkah melewati pintu Jannah in syaa Allah, tempat yang kuharap bisa menjadi setting lokasi pertemuan kita kembali. Subhanallah...Semoga.. :)
Di sini, di masa aku menjalani hidupku,
ketika aku bersedih, terkejut, tersentak oleh sesuatu dan terlontar panggilan mulia "ibu" dari bibirku, bukan berarti panggilan agungmu berada pada posisi ke-dua di dalam hatiku. Tidak Bapak..
tidak seperti itu..
Hmmm... :)
Bunyi sepatumu, kewibawaanmu di kantor, keisenganmu saat berada di tengah-tengah keluarga atau mungkin hanya ketika bersama aku, putri kecilmu yang manja, lalu..tulang pipi yang terbentuk tegas ketika engkau tersenyum, wangi parfummu, kebaikanmu pada semua orang yang tertangkap mata kepala dan mata batinku, suaramu, bentakanmu ketika marah dalam bahasa daerah yang kental yang sering membuat nyaliku ciut, tawa khasmu yang begitu aku rindu, bahkan tangismu karena keegoisanku di masa kecil,
semua itu, aku selalu mengingatnya...
Dan aku hanya manusia biasa dengan segala keterbatasanku yang berharap agar tak melupakan semua itu. Bapak, sungguh aku tak ingin melupakan setiap moment bersamamu,
selalu ada air mata yang memberi jejak di sana.
di sanalah dua malaikat membelai lembut punggungku dan menjadi saksi do'a-do'aku untukmu..
Di keheningan malam aku selalu memohon kebahagiaan sejati untukmu di alam sana, Bapak..
Alam yang menjadi persinggahan sebelum engkau melangkah melewati pintu Jannah in syaa Allah, tempat yang kuharap bisa menjadi setting lokasi pertemuan kita kembali. Subhanallah...Semoga.. :)
Di sini, di masa aku menjalani hidupku,
ketika aku bersedih, terkejut, tersentak oleh sesuatu dan terlontar panggilan mulia "ibu" dari bibirku, bukan berarti panggilan agungmu berada pada posisi ke-dua di dalam hatiku. Tidak Bapak..
tidak seperti itu..
Hmmm... :)
Bunyi sepatumu, kewibawaanmu di kantor, keisenganmu saat berada di tengah-tengah keluarga atau mungkin hanya ketika bersama aku, putri kecilmu yang manja, lalu..tulang pipi yang terbentuk tegas ketika engkau tersenyum, wangi parfummu, kebaikanmu pada semua orang yang tertangkap mata kepala dan mata batinku, suaramu, bentakanmu ketika marah dalam bahasa daerah yang kental yang sering membuat nyaliku ciut, tawa khasmu yang begitu aku rindu, bahkan tangismu karena keegoisanku di masa kecil,
semua itu, aku selalu mengingatnya...
Dan aku hanya manusia biasa dengan segala keterbatasanku yang berharap agar tak melupakan semua itu. Bapak, sungguh aku tak ingin melupakan setiap moment bersamamu,
bersama keluarga kita.
Subscribe to:
Posts (Atom)





