Bismillahirrahmanirrahim :)
Catatan Untuk Seorang Istri
Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan kamu belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Justru sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.
Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah-ibunya hingga dia beranjak dewasa. Tetapi sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad untuk menanggung nafkah seorang istri, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan tali pernikahan tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
Kumpulan catatan kecil random; mulai dari curhat alay anak sekolah, review film dan buku, beberapa cerpen (yang udah di-archive), cerita nostalgia, tentang my daily life, sampai opini dan sesuatu agak serius yang kuharapkan bisa memberi hal baik dan positif bagi siapapun yang sempat membaca. :)
Friday, November 28, 2014
Saturday, November 15, 2014
Untukmu, Para Pejuang Pena!
Assalamu'alaikum.
Alohaa..akhirnya blog ini terbobol juga. :D Alhamdulillah..
Oke. Kali ini aku mau curhat :p
Selama ini ketika belajar pendidikan ilmu agama di kelas (dari SD sampai SMP), entah aku yang kebanyakan tidur atau pelajarannya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, ataukah memang pelajaran tentang dilarangnya menyentuh lawan jenis nonmahram belum diajarkan guru..entah..tapi aku benar-benar baru paham tentang hal tersebut ketika membaca sebuah novel yang menang perlombaan (sepertinya tingkah nasional, hmm aku lupa..), di masa kelas 1 SMA. Judulnya "Ayo kita bersaing!". Nama penulisnya aku tidak ingat, tapi ia seorang muslimah. Ada yang pernah baca? Bagus menurutku. Settingnya sekolah SMA umum, pas dengan kondisi masa itu..hehe
Melihat antar teman tidak bisa salaman, bagiku dulu..aneh. Memangnya kenapa kalau salaman? Jabat tangan? Atau sekadar toss saat memenangkan pertandingan? Kita kan tidak berzinah. Hehe. Kelihatan banget jauh dari ilmu Islam. Namun lambat laun..Alhamdulillah dipahamkan Allah..lewat belajar dan belajar. Sekarang kalau melihat antar lawan jenis nonmahram bisa salaman bebas atau bahkan rangkul-rangkulan, hmm senyum saja dulu. :)
Alohaa..akhirnya blog ini terbobol juga. :D Alhamdulillah..
Oke. Kali ini aku mau curhat :p
Selama ini ketika belajar pendidikan ilmu agama di kelas (dari SD sampai SMP), entah aku yang kebanyakan tidur atau pelajarannya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, ataukah memang pelajaran tentang dilarangnya menyentuh lawan jenis nonmahram belum diajarkan guru..entah..tapi aku benar-benar baru paham tentang hal tersebut ketika membaca sebuah novel yang menang perlombaan (sepertinya tingkah nasional, hmm aku lupa..), di masa kelas 1 SMA. Judulnya "Ayo kita bersaing!". Nama penulisnya aku tidak ingat, tapi ia seorang muslimah. Ada yang pernah baca? Bagus menurutku. Settingnya sekolah SMA umum, pas dengan kondisi masa itu..hehe
Melihat antar teman tidak bisa salaman, bagiku dulu..aneh. Memangnya kenapa kalau salaman? Jabat tangan? Atau sekadar toss saat memenangkan pertandingan? Kita kan tidak berzinah. Hehe. Kelihatan banget jauh dari ilmu Islam. Namun lambat laun..Alhamdulillah dipahamkan Allah..lewat belajar dan belajar. Sekarang kalau melihat antar lawan jenis nonmahram bisa salaman bebas atau bahkan rangkul-rangkulan, hmm senyum saja dulu. :)
Tuesday, September 23, 2014
Dia yang tak pernah lupa..
Masjid ini tak ada hijabnya, maka aktivitas jamaah pria dan wanita di lantai atas bisa terlihat dengan leluasa. Kecuali jika jamaah sedang membludak, maka jamaah wanta akan diarahkan ke lantai bawah dan jamaah pria tetap di lantai atas (salah satu sisi lantai atas yang kumaksud adalah seperti di foto ini).
Thursday, September 18, 2014
Bandara, Jepang, dan Sekeping Kenangan
Iya..
Sedang berada di bandara. Numpang duduk dan foto-foto.😁
Jadi ingat masa KKN profesi di bandara Sultan Hasanuddin dulu, setiap sekitar jam 9.30-10.00 wita pagi itu, mulai dari cleaning service, karyawan, sampai bapak pilot pada datang ke salah satu musholah kecil di dekat kantor informasi untuk shalat dhuha.
Jadi ingat masa KKN profesi di bandara Sultan Hasanuddin dulu, setiap sekitar jam 9.30-10.00 wita pagi itu, mulai dari cleaning service, karyawan, sampai bapak pilot pada datang ke salah satu musholah kecil di dekat kantor informasi untuk shalat dhuha.
Ada
seorang petugas cleaning service yang kayaknya tidak pernah bolos. Setiap aku ada, dia pasti ada.
Setiap aku tidak ada, hmm mungkin dia tetap ada di sana, haha *berbaik sangka*, di sekitar jam 9.30an juga. Tapi emang pernah kok, aku lihat dia juga saat aku ke toilet di dekat situ. Dia
shalat. Berdo'a yang lama. Khusyuk *ketahuan ye..ane ngeliatin orang dengan
khusyuk juge*😅. Kadang malah cuma berdua aja dalam beberapa menit sebelum yang lain
datang. Waktu
itu aku numpang ngemil saja sih di musholah. Mangkir sejenak dari dering telefon
di ruang kerja.😂
Duh..saudara(i) muslimku,
Begitu nyamannya kita yang umat muslim beribadah di tanah air. Ada masjid. Ada musholah. Tumpah ruah. Ada rumah teman yang tahu arah kiblat. Mereka punya mukenah. Mudah. Nyaman. Tidak ada rasa sungkan apalagi takut.
![]() |
| Haneda International Airport, Tokyo :) |
Label:
catatanrahmah,
curhatisme,
Islam,
traveling,
tripjapan
Saturday, August 02, 2014
Cara Jawab Pertanyaan KAPAN NIKAH dan Pengganti Pertanyaan KAPAN NIKAH
Kok
takut banget sih ditanya "KAPAN NIKAH?" Biasa saja lah *elus-elus dada, bersabar*😑.
Mungkin bisa jawab begini :
1. "InsyaAllah semoga segera, Pak Bu. Mohon do'anya ya.." *sambil senyum manis* (Biasanya ini jawaban orang-orang baik, lembut, dan sabar..atau pasrah..hehe)
2.
"Masih mau mengejar karir dulu, Om Tante. Mau sukses dulu.." (terdengar klise..tapi yang
memilih seperti ini pun ada karena memang mereka seserius itu mengejar impiannya😊)
3. "Kalau putra/ponakan/kenalan bapak dan ibu yang shalih siap melamar saya". (Atau) "Kalau putri/ponakan/kenalan bapak dan ibu yang shalihah siap saya lamar". (Nah! Coba ini! Bagi yang single dan belum punya calon untuk dilamar)
4. "Kalo bapak kapan nikah lagi?" (Siap-siap dipelototin istrinya..hati-hati)
5. "Kenapa? Anda mau jadi wedding organizernya? Ngurusin walimahnya saya? Mau sumbang dana gitu?" (Ini kode. Kode butuh dana)
6. "Aah..hohoho.. si bapak dan ibu mah nanya-nanya mulu. Kayak yang paling banyak isi amplopnya aja ntar" *trus lanjut ketawa sinis ala ibu-ibu julid*
3. "Kalau putra/ponakan/kenalan bapak dan ibu yang shalih siap melamar saya". (Atau) "Kalau putri/ponakan/kenalan bapak dan ibu yang shalihah siap saya lamar". (Nah! Coba ini! Bagi yang single dan belum punya calon untuk dilamar)
4. "Kalo bapak kapan nikah lagi?" (Siap-siap dipelototin istrinya..hati-hati)
5. "Kenapa? Anda mau jadi wedding organizernya? Ngurusin walimahnya saya? Mau sumbang dana gitu?" (Ini kode. Kode butuh dana)
6. "Aah..hohoho.. si bapak dan ibu mah nanya-nanya mulu. Kayak yang paling banyak isi amplopnya aja ntar" *trus lanjut ketawa sinis ala ibu-ibu julid*
Thursday, February 13, 2014
Fiksi Mini : Jejakku di Padang Panjang. 1931.
Di Thawalib, Padang Panjang, mentari kembali ke peraduan.
Seperti hari kemarin, usai belajar aku dan beberapa kawan berjalan menuju surau. Di dalam, orang-orang yang sudah berkumpul di salah satu sudutnya menarik perhatianku. Kudatangi perkumpulan itu bersama seorang kawan, penuh semangat ikut duduk melingkar. Mereka yang tadinya ramai bercerita mendadak terdiam. Semuanya menoleh ke arahku. Salah satu yang kutebak sebagai pemimpin majelis membuka suara.
"Maaf Zainuddin, kami ingin membahas sesuatu yang hanya bisa dibicarakan ke sesama anak Sumatera. Jadi kiranya.."
Kalimat menggantung itu sudah kuketahui maksudnya. Aku tersenyum dan mengangguk pelan. Bangkit berdiri, mundur menjauh dari majelis. Kawanku tak ikut, ia tertahan.
Di sudut surau yang lain aku memilih berbaring, memandang bayangan lilin yang menari di atas dinding kayu. Kupejamkan mata, mengabaikan perasaan dikucilkan yang kerap kualami sejak hari pertama aku tiba di tanah Minang, di dusun Batipuh yang elok, setahun lalu. Begitu pandai aku dijamu ketika aku sedikit berharta di awal kedatanganku. Berkurangnya hartaku, berkurang pula kasih sebagian dari mereka, bahkan dari yang masihlah ada hubungan saudara. Di sini pun tak jauh beda. Dianggap orang asing, tak bersuku, membuatku sulit berucap "aku pun orang Minangkabau", meski ayah seorang asli Minang keturunan bangsawan dan bergelar. Di Padang Panjang, keluarga Bang Muluk lah yang selalu hangat dan penuh suka cita menyambut dan menerimaku sungguh apa adanya. Memberi semangat di setiap langkahku menuntut ilmu, selain surat-surat dari Mak Base dan surat-surat kerinduan Hayati jauh di Batipuh.
Seperti hari kemarin, usai belajar aku dan beberapa kawan berjalan menuju surau. Di dalam, orang-orang yang sudah berkumpul di salah satu sudutnya menarik perhatianku. Kudatangi perkumpulan itu bersama seorang kawan, penuh semangat ikut duduk melingkar. Mereka yang tadinya ramai bercerita mendadak terdiam. Semuanya menoleh ke arahku. Salah satu yang kutebak sebagai pemimpin majelis membuka suara.
"Maaf Zainuddin, kami ingin membahas sesuatu yang hanya bisa dibicarakan ke sesama anak Sumatera. Jadi kiranya.."
Kalimat menggantung itu sudah kuketahui maksudnya. Aku tersenyum dan mengangguk pelan. Bangkit berdiri, mundur menjauh dari majelis. Kawanku tak ikut, ia tertahan.
Di sudut surau yang lain aku memilih berbaring, memandang bayangan lilin yang menari di atas dinding kayu. Kupejamkan mata, mengabaikan perasaan dikucilkan yang kerap kualami sejak hari pertama aku tiba di tanah Minang, di dusun Batipuh yang elok, setahun lalu. Begitu pandai aku dijamu ketika aku sedikit berharta di awal kedatanganku. Berkurangnya hartaku, berkurang pula kasih sebagian dari mereka, bahkan dari yang masihlah ada hubungan saudara. Di sini pun tak jauh beda. Dianggap orang asing, tak bersuku, membuatku sulit berucap "aku pun orang Minangkabau", meski ayah seorang asli Minang keturunan bangsawan dan bergelar. Di Padang Panjang, keluarga Bang Muluk lah yang selalu hangat dan penuh suka cita menyambut dan menerimaku sungguh apa adanya. Memberi semangat di setiap langkahku menuntut ilmu, selain surat-surat dari Mak Base dan surat-surat kerinduan Hayati jauh di Batipuh.
![]() |
| Pesona Gunung Singgalang, Padang Panjang |
Wednesday, December 04, 2013
Hanya Rindu
Ketika bapak masih ada..
Bapak mengajariku banyak hal baik, seperti apa jujur itu, seperti apa berani itu, seperti apa menolong tanpa pamrih itu, seperti apa berbagi meski dalam keterbatasan, seperti apa tegas itu, seperti apa syukur yang harus selalu ada bagaimanapun keadaan kita. Banyak nilai hidup yang bapak wariskan, tanpa perlu melontarkan banyak wejangan, melainkan cukup dari sikap dan perbuatan. Bapak memang rada cool orangnya.
Bapak mengajariku banyak hal baik, seperti apa jujur itu, seperti apa berani itu, seperti apa menolong tanpa pamrih itu, seperti apa berbagi meski dalam keterbatasan, seperti apa tegas itu, seperti apa syukur yang harus selalu ada bagaimanapun keadaan kita. Banyak nilai hidup yang bapak wariskan, tanpa perlu melontarkan banyak wejangan, melainkan cukup dari sikap dan perbuatan. Bapak memang rada cool orangnya.
Jarang aku bercengkrama berdua dengan bapak karena bapak cukup sibuk. Pergi pagi-pagi sekali, pulang sore atau malam. Penuh tanggungjawab dalam melaksanakan tugas dan pengabdian. Bekerja keras demi keluarga. Begitu beliau pulang, selalu lengkap dengan sekotak martabak dan makanan apapun yg menerbitkan liur. 'Oleh-oleh' seperti tak pernah absen, meski yang ada hanya sesuatu yang sederhana.
Wednesday, November 20, 2013
Aku..kau..dia..berproses, bukan? :)
Assalamu'alaikum.
Sahabat, mari saling mengingatkan yaa.. :)
Lebih baik saudari kita itu memulai sekarang untuk memperbaiki diri meskipun terlambat,
daripada enggan memulai.. Bersyukurlah! :)
Apa masalahnya jika bacaan Al-Qur'annya terbata?
Boleh jadi nanti justru hafalannya lebih lancar dan banyak dari kita.
Apa masalahnya jika ia baru menutup auratnya hari ini?
Boleh jadi nanti justru pakaiannya lebih syar'i dari kerudung yang kita kenakan sekarang.
Apa masalahnya jika ia terlihat kikuk di dalam majelis ilmu?
Boleh jadi nanti justru ia yang memimpin majelis ilmu, lebih mampu memahamkan, lebih baik dan tawaddu' menyampaikan ilmu. :)
Sahabat, mari saling mengingatkan yaa.. :)
![]() |
| berhijrah menuju cahayaNya :) |
Lebih baik saudari kita itu memulai sekarang untuk memperbaiki diri meskipun terlambat,
daripada enggan memulai.. Bersyukurlah! :)
Apa masalahnya jika bacaan Al-Qur'annya terbata?
Boleh jadi nanti justru hafalannya lebih lancar dan banyak dari kita.
Apa masalahnya jika ia baru menutup auratnya hari ini?
Boleh jadi nanti justru pakaiannya lebih syar'i dari kerudung yang kita kenakan sekarang.
Apa masalahnya jika ia terlihat kikuk di dalam majelis ilmu?
Boleh jadi nanti justru ia yang memimpin majelis ilmu, lebih mampu memahamkan, lebih baik dan tawaddu' menyampaikan ilmu. :)
Monday, November 18, 2013
Riset tentang Al-Qur'an :)
Assalamu'alaikum.
Kawan-kawan, info niiiihhh ^_^
Hasil riset para pakar (filosofis) dan para ulama = bahwa membaca Al-Qur'an justru meningkatkan kinerja otak dan mempertajam ingatan sampai 80% karena ada 3 aktivitas yang baik bagi otak yaitu melihat, mendengar, dan membaca.
Waktu yang bagus untuk membaca Al-Qur'an, yakni setelah shalat terutama subuh dan maghrib. Di kedua waktu tersebut otak dalam keadaan refresh karena pergantian waktu dari terang ke gelap dan dari gelap ke terang. Namun, membaca Al-Qur'an kapanpun tentu tak masalah, justru baik jika sering berkhalwat dengan Al-Qur'an sembari mentadabburi tiap ayatnya. ^^
Kawan-kawan, info niiiihhh ^_^
Hasil riset para pakar (filosofis) dan para ulama = bahwa membaca Al-Qur'an justru meningkatkan kinerja otak dan mempertajam ingatan sampai 80% karena ada 3 aktivitas yang baik bagi otak yaitu melihat, mendengar, dan membaca.
Waktu yang bagus untuk membaca Al-Qur'an, yakni setelah shalat terutama subuh dan maghrib. Di kedua waktu tersebut otak dalam keadaan refresh karena pergantian waktu dari terang ke gelap dan dari gelap ke terang. Namun, membaca Al-Qur'an kapanpun tentu tak masalah, justru baik jika sering berkhalwat dengan Al-Qur'an sembari mentadabburi tiap ayatnya. ^^
Monday, November 04, 2013
dicintai sejak lama olehnya :')
Sungguh indah sekali...jika kita mengetahui,
Sejak ribuan tahun silam, ada seseorang yg mencintai kita. Belum pernah bertemu langsung, tp ia mencintai kita. Benar berabad jarak antara kita dengan dirinya, tp ia begitu tulus mencintai kita..
Semoga RahmatNya, do'a, dan shalawat menjadi jembatan rindu yg kelak mempertemukan aku dan engkau dengannya.., dengan Muhammad Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam..
Semoga jika hari itu tiba,
Sejak ribuan tahun silam, ada seseorang yg mencintai kita. Belum pernah bertemu langsung, tp ia mencintai kita. Benar berabad jarak antara kita dengan dirinya, tp ia begitu tulus mencintai kita..
Semoga RahmatNya, do'a, dan shalawat menjadi jembatan rindu yg kelak mempertemukan aku dan engkau dengannya.., dengan Muhammad Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam..
Semoga jika hari itu tiba,
baginda Rasul tersenyum saat memandang wajah kita..
in syaa Allah. Aamiin ya Rabb...
in syaa Allah. Aamiin ya Rabb...
salam sayang,
rahmah/emma
Thursday, October 31, 2013
terukir manis :)
Terkadang
persahabatan yg terukir manis di hati dan teringat dalam bait-bait
do'a,
bukan sekedar diukur dari seberapa lama kita saling mengenal..
tapi dari seberapa banyak hal positif, manfaat, kenyamanan, kebahagiaan,
kebaikan (dalam suka dan duka) yg dirasakan saat kita bersama,
agar
jadi insan yg lebih baik..
terutama dalam pandangan-Nya..
meski itu masih terbilang singkat dalam hitungan angka :)
salam sayang,
rahmah/emma
Subscribe to:
Posts (Atom)









