Kumpulan catatan kecil random; mulai dari curhat alay anak sekolah, review film dan buku, beberapa cerpen (yang udah di-archive), cerita nostalgia, tentang my daily life, sampai opini dan sesuatu agak serius yang kuharapkan bisa memberi hal baik dan positif bagi siapapun yang sempat membaca. :)
Monday, December 27, 2021
Ilustrasi versi anime tokoh dari cerpenku ^^
Monday, October 25, 2021
Ilustrasi kolaborasi pemandangan dua negara, Aurora borealis dan Matterhorn :)
Thursday, September 30, 2021
Najwa Shihab versi anime art
Beberapa waktu lalu aku bikin ilustrasi mbak Nana (Najwa Shihab) versi anime art. Saat mbak Nana upload fotonya yang pakai jaket dan sepatu nike kayak di ilustrasi ini, aku suka styenya. Jadi aku gambar aja versi anime gitu. Dan alhamdulilah, direspon mbak Nana dengan like lho! Di-like mbak Nana aja rasanya udah sesenang itu. Masyaallah💛. Apalagi kalau direpost beliau sih..haha ngarep aja (semoga next time, ilustrasiku dapat komen dan repost dari beliau..aamiin😁).
🎨 Rahmah Alhasnah || IG: @emmakizora
#najwashihab #matanajwa #animeart #art #illustration #digitalpainting #emmakizora
Monday, August 23, 2021
Berada di depan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem
Aku suka jilbab warna pink.
Aku suka pakai jaket atau kardigan.
Aku suka melihat pemandangan saat salju turun.
Thursday, May 27, 2021
Katakan TIDAK pada buku bajakan dan plagiarisme!
Karya tulisan sama saja dengan karya seni (gambar), harus sama-sama kita hargai, tidak boleh dibajak atau dicuri. Semua karya itu lahir dengan usaha yang tidak sedikit, ada ide di dalamnya, ada ilmu, seni, dan kreativitas, juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit dalam pengerjaannya. Dan tentunya dulu mereka belajar dan latihan berjam-jam untuk bisa menghasilkan karya tulisan atau karya gambar yang bagus lho
Monday, April 26, 2021
My Flash Fiction (POV Kylie Kenrick)
![]() |
| Kylie, versi semi-realis anime. ^^ |
Sunday, March 14, 2021
Buku Antologi Non-fiksi Menyambut 2021 ^^
Masyaallah tabarakallah.😊
Saturday, March 13, 2021
Ilustrasi tokoh fiktif: gadis bangsawan dengan amber eyes :)
Bismillahi masyaallah💛
Ilustrasi edisi princess😍. My original character alias tokoh fiksi ciptaanku, namanya Livy (baca : Livy. Artinya hidup. Makna lainnya : cinta, berjiwa sosial~).
![]() |
| Lily, gadis bangsawan yang memiliki amber eyes <3 |
Warna rambut dan matanya sukaaa😍. Rambut panjang ikal warna coklat muda terang dan mata warna kuning amber, lebih kuning sedikit dari honey eyes/warna madu.
Bajunya terinspirasi dari baju bangsawan Eropa jaman dulu yang sebenarnya juga masih trend sampai sekarang dengan modifikasi yang lebih modern. Trus sengaja mau bikin baju model begini biar mirip kerah baju andalannya Captain Levi😍😉 (baca : Lifai). Yang ada kayak aksesoris kain gitu di depan dada. Nggak tahu apa nama kain aksesoris itu. Ada yang tahu?😁 hehe.
Friday, March 12, 2021
Desain hijab yang ke-2, terinspirasi oleh AOT dan tembok di Gaza!
Tuesday, March 09, 2021
Desain Hijab inspirasi dari Shiganshina AOT :)
A dream for a long time has finally come true. The hijab design itself is ready, inspired by anime Attack On Titan, and can be worn by myself.
昔からの夢が叶えた。自分で書くヒージャブのデザインが出来て、Attack On Titan のアニメに感奮されて、もう着られていた。
Impian sejak lama akhirnya terwujud. Hijab desain sendiri sudah jadi, terinspirasi oleh anime Attack On Titan, dan sudah bisa dipakai sendiri.
Theme : Starry Night In Shiganshina (hijab navy)
By : Emma @emmakizora
Thursday, February 25, 2021
Orang dewasa nonton anime? Salah?
Kalau ada yang bilang, "kok nonton anime (film kartun)? Kekanak-kanakan banget."
Aku sih cukup memaklumi *pasang wajah kalem* saja. hehe
Karena aku yakin kedewasaan itu tidak sekadar terlihat dari
apa hobi dan tontonan seseorang. Tapi dari mindset/pola pikirnya. Merendahkan
orang lain misalnya, itu justru bukan
tanda kedewasaan.
Bagaimana kalau seseorang yang suka menonton kartun justru
bisa menjadikan hobinya sebagai profesi yang menjanjikan? Mendapat penghasilan
secara mandiri selain mendapat kepuasan batin tentunya. Bagaimana jika terbuka
kesempatan untuk berkunjung ke luar negeri berkat minatnya yang dipandang remeh
itu?
Bagaimana jika seseorang yang berumur dewasa itu bisa memahami dunia anak-anaknya yang sedang bertumbuh menjadi remaja, karena pembicaraan mereka "nyambung"? Dia "tahu dunia anak"nya. Dia bisa mengarahkan anaknya dalam hal itu. Bukankah itu bisa merekatkan hubungan antar orangtua dan anak? Termasuk antar guru dan siswanya.
Bagaimana jika seseorang yang menyukai hal-hal yang nampak kekanakan itu, justru bisa menebarkan karya yang mengedukasi banyak orang terutama para remaja? Bisa membuat buku, gambar, konten, animasi, bahkan film yang isinya penuh akan ilmu. Karyanya mencerdaskan generasi.









