Thursday, August 29, 2019

Ketika Foto Editan Menjadi Kenyataan!

Masyaallah tabarakallah.

sebuah doa dan afirmasi positif :D

Foto pertama, saat masih SMA, iseng edit foto waktu jalan-jalan di kampus Unhas yang pepohonannya rindang jadi ala-ala musim gugur/autumn. Daun di pohon itu diubah dari warna hijau ke warna merah..agak maksa emang😆 tapi anggap aja itu bagian dari kreativitas😂. Aku pecinta Autumn sih🍁💕. Jaman dulu belum ada istilah halu. Padahal dulu sering ngehalu ya wkwk. Ngedit fotonya dengan niat "ntar insyaallah merasakan musim gugur yg asli di Jepang aamiin". Salah satu list impian.

Sebenarnya negara yang mau dikunjungi tuh banyak, biasalah anak muda..banyak impiannya😉 (sekarang juga masih muda😆*peace). Tapi Jepang termasuk list-list pertama. Dan foto-foto setelahnya, saat niat itu terwujud nyata di bangku kuliah beberapa tahun kemudian Alhamdulillah. Thank God.

Wednesday, July 31, 2019

Perjalanan ke Labuan Bajo dan Pendakian ke puncak Pulau Padar

Masyaallah alhamdulilah. Akhirnya bisa tiba di tempat cantik ini. Ini puncak Pulau Padar, NTT (Nusa Tenggara Timur). Dulu hanya lihat di sosmed, sekarang alhamdulillah bisa berkunjung di sini. Memang sih pernah berpikir "suatu hari mau jalan-jalan ke NTT..sekaligus mengunjungi teman di sana", hanya sekadar 'suatu hari', belum terpikirkan dana atau kapannya. Tapi takdir Allah bekerja. Gak pernah terbayang akan ke NTT secepat ini dan dengan cara seperti yang telah kulalui.
Suasana pagi hari di puncak Pulau Padar :) <3

Tanggal 22 Juli malam seorang teman (teman rasa saudara) menghubungi via chat WA. Dia bilang -+ "Aku mau ke Labuan Bajo tanggal 24, lihat komodo, mau ikut?". Aku tertawa, ajakannya tiba-tiba, aku bilang gak punya dana lebih. Danaku masih bersemayam di rekening teman-teman (*uhuk). Jadi aku jujur saja saat itu bilang gak punya dana lebih untuk liburan jauh.


Aku tanya apa tujuan sebenarnya ke Labuan Bajo, dia menjelaskan semuanya dan kami menyebut itu sebagai "misi rahasia". Mendengar penjelasannya (tentu saja 'liburan lihat komodo' bukan agenda utama), tergerak untuk mengiyakan ajakannya ke Labuan Bajo, tapi kendalaku saat itu masih di dana. Ternyata temanku siap menanggung biaya transportasi PP ke Labuan Bajo, dan dapat tiket pesawat tanggal 25 Juli berangkat jam 5.30 pagi (diundur dari yang tadinya berangkat tanggal 24 malam). Meminta dana ke orangtua? Gak mau ah, apalagi saat itu mama dalam proses pemulihan dari sakit.


Sebelumnya aku menemani mama selama lebih dari seminggu di rumah, kadang keluar rumah hanya untuk kerja beberapa jam dan hadiri kajian. Melihat kondisi mama membaik, sepertinya aku bisa tinggalkan rumah beberapa hari, karena rencananya di Labuan Bajo hanya 4-5 hari. Aku menceritakan niat untuk ke Labuan Bajo pada keluarga. Dan mereka mengizinkan alhamdulillah.

Tuesday, April 23, 2019

Untuk mereka yang Tak Setia





Facts❤️
_________
Tak pernah ada wanita yang tenang dan ridha bila orang yang berkata mencintainya justru mengkhianati dengan banyak cara. Merayu (flirting) lawan jenis dengan dalih hanya berteman atau hanya mencairkan suasana antar teman. Lalu berbohong dengan banyak alasan. Memutar balikkan fakta demi mencari aman. Bermuka dua. Menjatuhkan orang lain kemudian, dengan tuduhan "dia saja yang merasa didekati..padahal aku cuma menyapa biasa, dia saja yang berasumsi disukai, mereka saja yang geer dan baperan".
Kau punya andil salah. Tapi kau selalu tak mau disalahkan sendirian. Ketika terpojok, kau bawa-bawa nama mereka sebagai pihak yang juga patut disalahkan karena kau pikir mereka wanita-wanita yang mudah baperan dengan canda dan perhatian yang bagimu bukan hal spesial.
Duh.
Sudah berapa kali terulang alibi itu? Berarti sudah berkali-kali juga kau tersandung kasus yang sama, dengan lawan jenis yang berbeda-beda.
Pernahkah kau introspeksi diri? Bagaimana bila kelak anakmu diusik lelaki seperti gayamu, suka?

Saturday, January 19, 2019

Status Facebook yang diijabah :’)

Bismillah. Mau cerita nih...

Januari 2011 iseng menulis status ini. Eeehhh, Alhamdulillah benar-benar terwujud nyata dengan rahmat dan pertolongan-Nya!! :’)

Bisa ke Kyouto beneran (walau bukan di musim gugur/autumn yang jadi favoritku, tapi di musim panas lengkap dengan jilbab dan gamis). Mulai dari Tokyo, Kobe, Osaka, Kyouto, Itami, dan gak tahu kota apa lagi waktu itu..gak ingat namanya.. masyaallah tabarakallah!! Mungkin ini "The power of menulis yang baik-baik". Kebiasaanku memang begini. Mungkin saja orang lain mikir bahkan muak (hahaha) "ah impossible atau apaan sih ngayalnya kejauhan", tapi sudahlah gak apa-apa, kuniatkan yang baik aja kalau menulis sesuatu dan terserah Allah bagaimana menjawabnya nanti. Insyaallah dengan doa dan ikhtiar akan dijawab dengan jawaban tercantik dari-Nya.😇
Ada satu momen yang gak bakal kulupakan saat proses urus berkas di kantor konsulat jenderal Jepang. Pokoknya ada berkas yang mandeg padahal tinggal selangkah lagi berangkat lho, aku khawatir gak jadi berangkat. Yang kulakukan, keluar dari kantor, ke masjid terdekat dan shalat sunnah saat itu. Memohon pada Allah diberi petunjuk dan jalan keluar. Sampai nangis kayak si itu tuh (siapa yaa?) yang diputusin pacar😂haiiih sedih pokoknya deh. Sampai ada jamaah yang ngeliatin..haha~ kasian anak siapa itu matanya bengkak. Akhirnya mojok aja sendirian di masjid, sambil berusaha ikhlasin aja (melepaskan itu berat~). Sambil mikir "mungkin bukan sekarang, next time maybe. Sabar aja. Ikhlasin aja. Allah tahu mana yang terbaik". Pokoknya aku cukup lama diam di masjid, dialog dengan-Nya dalam diam.😌

Friday, January 18, 2019

Aamiinkan saja foto ini!


Dulu tiba-tiba dikirimin ini sama teman. Aku terkesima (wow bahasaku haha). Dia husnudzon sekali yaa. Pembelajar sepertiku disebutnya ustadzah. Ya Allah... Tapi kuucapkan terima kasih atas doa baiknya. Terharu aku tuuu~. Semoga dikabulkan Allah. Aamiin. Semoga banyak yang aamiinkan, meski dalam hati tulusnya. Termasuk diaamiinkan para malaikat yang membaca ini

. :)
Dalam masa penantian -tsaah- mau berusaha taat dan lakukan yang baik-baik aja, yang Allah ridhai dan bisa mencurahkan banyak Rahmat Allah dalam hidup. Tobat. Jalan lurus. Lurus dulu, lurus lagi, lurus terus.

Minta doanya ya..agar aku Istiqomah dalam kebaikan dan ketaatan, agar hidup dan usia berkah. Dan kelak saat berpulang pun semoga dalam keadaan sedang melakukan ibadah yang diberkahi Allah.

"Ih kok ngomongin berpulang?"
Yaelaaah...kita memang cuma sementara di dunia ini. Dunia tempat kita meninggal, bukan tinggal selamanya. Tinggal selamanya tuh di Surga gitu, semoga setelah berdoa dan ikhtiar jalani kehidupan. Aku nulis semoga lho ya. Bukan sok udah pegang kunci Surga.

Cuma...gini nih...-ehem- kalian jangan kebanyakan nanya 'kapan'nya. Karena itu rahasia Allah juga. Hidup dan mati, bertemu atau berpisah, jam, hari, tanggal, semuanya berada dalam kehendak-Nya. Aku mungkin disuruh sabar dikit lagi nih. Disuruh ibadah lebih baik lagi. :)

Wednesday, January 16, 2019

10 Years Challenge ala Emma

 #10YearsChallenge ala Emma 




Dulu waktu masih sekolah pernah iseng gambar pengantin saat guru tidak masuk kelas, aku tuh memang senang gambar karakter perempuan dengan berbagai gaun (kepikiran jadi desainer~tapi gak tahu jahit baju jadi gak kesampaian..jagonya mendesain doank..hehe). Sering dimintain tolong teman untuk gambar ini itu, pernah ikut lomba kaligrafi Alhamdulillah menang juara 1 terus, pernah dipaksa ikut lomba melukis Alhamdulillah gak juara tapi dapat ilmu banyak dari peserta lain di samping kanan kiriku (jadi saat lomba itu aku fokus mempelajari teknik melukis mereka, ketimbang bagusin lukisanku hehe).

Monday, September 24, 2018

Be Better Than Before

 


Waktu berulang tahun, seorang teman berkata usiaku udah gak muda lagi. Hadeh. Itu tergantung siapa yang mandang. Dibanding adik atau teman usia 20 tahun, tentu aku lebih tua dari mereka. Tapi bagi kakak atau teman usia 30 tahun ke atas, aku jelas lebih muda dari mereka.

Pertanyaannya, apa yang perlu aku risaukan?

Bukankah bila aku memohon pada Allah umur panjang yang berkah berarti secara tidak langsung usiaku memang akan semakin bertambah (bila Allah berkehendak mengabulkan), dan itu berarti aku memang akan menua dari segi usia, ya kan?!

Ketika nanti usiaku masuk angka 30..naik ke 40..50..dan seterusnya..otomatis aku memang akan menjadi lebih tua. Meskipun Allah misalnya menakdirkan wajah dan tubuhku nampak muda, itu perkara lain. Tapi toh memang akan menua. Usia menua tapi wajah awet muda..aamiin. kan bagus tuh yaa..hehe. Lalu kalau sudah begitu, berarti Allah sedang mengabulkan doa-doaku yang lalu, bukan? Yang berharap panjang umur dan berkah (berkah ya Rabb...aamiin aamiin).

Aku hanya harus bersyukur. Bukan merisaukannya.

Tuesday, July 31, 2018

My silent morning in Kobe

listening Ar Rahman in my silent morning..


Pemandangan yang biasanya kulihat dari balkon kamar asrama mahasiswa💛

Dari lapangan kampus, bisa terlihat pemandangan pusat kotanya. Keluar gedung asrama, jalan kaki sedikit trus belok kanan, lanjut kiri, udah nemu mini market yang punya kasir dan punya mesin untuk bayar belanjaan sendiri (bisa bayar mandiri deh kalau antrian kasir kepanjangan). Jangan-jangan sekarang sudah pakai robot..*kali aja.
Semoga ke sananya bisa diulang di waktu yang terbaik. Foto latar momiji dan hujan salju misalnya. insyaallah Aamiin.

Thursday, May 24, 2018

Social Experiment dan Beragam Cara Sederhana Lain Untuk Berdakwah

Viralnya social experiment "Hug Me" membuat orang Indonesia pun ikut melakukan hal yang sama. Apalagi setelah ada kasus yang memilukan dan munculnya pandangan negatif pada kaum muslim. Social experiment ini hadir untuk menyingkirkan pandangan negatif itu. Bisa dilihat di YouTube atau sosmed. Banyak yang memandang positif hal ini. Tapi tak sedikit juga yang kurang setuju, dengan berbagai pertimbangan.

Namun rupanya ada hal negatif yang terjadi dibalik viralnya social experiment ini.
Pernah baca kisah seseorang yang didatangi "wanita bercadar" bawa kertas dan minta dipeluk (Kan aneh ya. Kok orang lain yang mendatangi kita?!) Jadi orang tersebut tidak mau alias menolak. Si "wanita bercadar" itu malah marah dan mengatai orang lain sombong dan sok suci, tapi suaranya terdengar ngebass seperti suara laki-laki😫. (Duh..oknum..oknum..kapokmu kapaaan?!😵) Kalau dia wanita tulen yang paham agama, tidak mungkin dia akan sekasar itu. Kalau dia ternyata laki-laki yang punya kelainan seksual (fetish) atau sekadar mau melampiaskan syahwatnya dengan peluk sana sini, wah parah.. na'udzubillahmindzalik😫. Ini ada lagi kasus baru, orang asing (lawan jenis) dengan seenaknya teriak menggoda di pinggir jalan kepada para wanita berjilbab/bercadar😫 (**baca postingan di bawah, sebelum ini).

Friday, August 11, 2017

Di Tanah suci : Beribadah sambil Eksis (?)

Assalamu’alaikum, good people! Konbanwa!

Teman yang sedang di tanah suci, aku titip doa donk.. sebut namaku gitu.. biar jadi tamu Allah juga..😊😇

Tiba-tiba mau nulis. Sekalian nasehatin diri. Hikz😢
Ketika berada di tanah suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawai dan sekitarnya dengan tujuan umrah dan haji), fokuskan beribadah. Sungguh besaaar nikmat yang Allah beri dengan menjadikan hamba-Nya sebagai tamu-Nya di Baitullah. Banyak orang yang mau ke tanah suci juga, tapi kita yang diberi nikmat itu. Maka wahai diri, ayo fokuslah. Nikmati. Khusyuk. Abaikan gadget ketika berdoa, apalagi saat berjalan (bertawaf) mengelilingi Ka'bah, kita tidak perlu angkat tongsis untuk live streaming segala.

Tongsis dan handphone yang digunakan berselfi atau merekam diri bukan tidak mungkin mengganggu jamaah lain di sekitar kita. Kepalanya bisa terkena gadget atau tongsis. Kekhusyukan dzikir jamaah bisa buyar karena melihat ada tongsis melayang di dekatnya. Bisa menimbulkan prasangka kurang baik ke diri kita. Kehadiran kita malah jadi ujian bagi orang lain. Belum lagi resiko gadget itu jatuh dan hilang.

Sunday, July 16, 2017

Belajar bercadar di Bukber anak panti

Ramadhanku tahun ini hampir sama dengan ramadhan tahun lalu dalam hal ibadah puasa, shalat fardhu dan sunnah tarawih, yang menjadi hal rutin yang kulaksanakan selama ramadhan. Yang berbeda, ibadah-ibadah lainnya kukerjakan (kuusahakan) harus lebih maksimal dibanding tahun lalu. Dalam sebulan kemarin itu, tak satu kalipun kuinjakkan kakiku ke mall. Niat untuk membeli baju baru pun tidak ada. Hehe. Ketika mendapatkan rejeki uang, aku lebih bersemangat untuk menabung atau mengeluarkannya dalam bentuk sedekah. Bersedekah tentu melahirkan pahala dari Allah. Terlebih jika kita bersedekah di bulan ramadhan, bulan yang penuh keberkahan, pahala dari Allah tentu jadi berlipat ganda. Siapa yang mau menyia-nyiakan kesempatan baik ini?

Hari demi hari berlalu. Selama ramadhan itu pun aku mengurangi aktivitasku bertemu teman-teman, kecuali hanya beberapa teman saja, yang sudah hitungan tahun tak bertemu. Bukan karena sengaja tak ingin bertemu, tapi aku sempat sakit karena tanganku terkilir. Ada peradangan yang menyebabkanku demam berhari-hari. Maka, kukurangi aktivitasku keluar rumah. Dan lebih memilih menikmati aktivitas ibadah di rumah. Terlebih di waktu sepuluh akhir ramadhan. Acara reuni sekolah dan kampus yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tidak bisa kuhadiri. Aku aktif hanya di beberapa kegiatan saja, dimana aku memegang amanah sebagai penyelenggaran kegiatan. Hal yang bagiku menarik dan akan selalu kukenang.

Bersama teman-teman, aku tergabung dalam sebuah komunitas. Manjaddawajada namanya. Setiap Ramadhan tiba, kami akan melaksanakan agenda rutin khas Ramadhan, seperti berbagi takjil di jalanan atau berbuka puasa bersama. Ramadhan tahun ini Alhamdulillah kami mengadakan buka puasa bersama adik-adik dari panti asuhan. Perhatian kita pasti begitu berarti bagi mereka. Lagipula kasihan kalau ada harta tapi tidak disucikan dengan bersedekah dan berbagi (di jalan Allah). Kita pun tidak mesti kaya raya dulu baru bisa berbagi dan bersedeka. Berapa-berapa saja bisa. Apalagi kalau istiqomah. Yang sedikit tapi terus menerus lebih Allah cintai daripada yang banyak tapi cuma satu kali.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa barangsiapa yang mencintai anak yatim, maka dia dan diri Rasulullah seperti dua jari yang berdampingan. Dekat sekali.

Alhamdulillah kegiatan yang diselenggarakan di After Cafe jl. Sultan Alauddin ini berjalan lancar.

19247822_10213242566528772_3165747461034984124_n