Sunday, May 24, 2020

Idul Fitri di masa pandemi

Bismillahi masyaallah.

Lebaran kali ini unik, pakai sesi disemprot disinfektan di dalam chamber disinfektan dan dicek suhu badannya dengan termometer tembak digital (dan beberapa protokol lainnya yang wajib dipatuhi),tapi Alhamdulillah cuaca cerah berawan jadi bisa melangsungkan shalat ied di tanah lapang dengan tenang. Sebagian keluarga melangsungkan shalat ied di rumah saja karena ada anak bayi dan nenek yang tak bisa diajak keluar rumah.

Alhamdulillah. Keluargaku sehat dan semoga selalu sehat. Semoga semua teman-teman pun begitu.

Saturday, May 09, 2020

Melukis Kaligrafi Arab

Waktu masih SD kelas 3, aku melintas di depan kelas 5. Tidak sengaja menoleh ke dalam kelas para senior, dan mataku mendapati 1 kaligrafi bertulis "Allahu Akbar" dengan tulisan Arab berwarna hitam merah. Tak sadar aku mematung agak lama di depan pintu kelas 5. Melihat kaligrafi yang terbingkai dari jauh. Langsung merasa sukaaa dengan kaligrafi itu. Sampai hari-hari setelahnya pun aku masih sering melirik ke dalam kelas 5 untuk melihat kaligrafi yang terpajang di sana. Hanya melihat dari depan pintu kelas.

Naik kelas 4, jarak kelasku dengan kelas 5 semakin dekat. Semakin sering melihat kaligrafi yang sudah mencuri hatiku sejak lama, sampai aku hafal benar bentuknya. Kemudian saat ikut lomba kaligrafi pertama kali, kuputuskan membuat kaligrafi bertuliskan "Allahu Akbar" seperti yang sering aku lihat di dalam kelas 5. Tanpa guru yang mengajari sebelumnya. Modal ingatan saja. Kulukis di kertas ukuran A3, sebesar buku gambar. Masyaallah Alhamdulillah saat itu bisa jadi juara 1😊. Sejak itu beberapa kali ikut lomba kaligrafi di masa SD, di SMP hanya 1x, pun di SMA 1x dan pas SMA ini ada tragedi tersendirinya..karena pakai sesi nangis akibat merasa tidak siap ikut lomba hahaha😂. Setelah itu tidak pernah ikut lomba lagi. Latihan juga jarang. Akhirnya tangan jadi kaku. Hehe

Wednesday, April 29, 2020

Sketch Charity ^^

Bismillah.

Semenjak iseng upload foto gambar sketsa ala ala komik Jepang-ku, banyak yang DM mau digambarin juga. Masyaallah tabarakallah. Terima kasih apresiasinya, juga sarannya ^^. Bila ada yang ingin nitip saran dan nasehat, silakan chat japri ya. Terima kasih. :)
Aku mau open charity ^^. Mumpung bulan ramadhan, bagi yang mau bersedekah boleh lewat jalur request gambar diri seperti gambar-gambar sederhana yang kuupload ini. Bayar seikhlasnya, terserah. Sebagaimana customer berniat untuk berdonasi/menyumbangkan harta bendanya untuk membantu meringankan beban orang lain dan menambah pahala insyaallah. Siapkan donasi terbaik menurut masing-masing saja.

Nanti semua bayaran itu insyaallah kita berikan ke mereka yang membutuhkan, berbentuk dana atau sembako. Disesuaikan. Ini menjadi amal bersama. Semoga Allah ridhoi.
Ini terbuka bagi siapa saja yang mau sedekah dengan cara unik, yuk join. Dapat kenang-kenangan gambar, meskipun sketsanya sederhana ya, harap maklum. :D

Tuesday, December 31, 2019

Nostalgia “tragedi payung Tokyo” di KL :D

Masyaallah. Melihat foto ini, jadi ingat beberapa tahun lalu saat menyusuri kota Tokyo di siang hari berhujan. Hujan dengan angin super kencang.😂


Hari itu (flashback ke Tokyo), aku dan teman sedang dalam perjalanan yang kayaknya sih mau menuju stasiun. Tiba-tiba hujan turun. Kami yang ribet geret koper langsung lari berteduh di gedung semacam parkiran mobil. Nunggu hujan reda masih lama, akhirnya kami memutuskan lari-lari geret koper masuk ke swalayan terdekat, macam Sevel, lupa tepatnya. Lihat payung cantik dijual, kami sepakat beli (gak kepikiran beli jas hujan..padahal kan lebih praktis ya?🤔). Payungnya persis seperti di foto ini, transparan/bening.

Di Indonesia dulu agak jarang yang jual payung begitu (sekarang mah banyak yang jual😁). Harga payung bening di Tokyo saat itu 500 yen, sekitar 50rb rupiah. Kami beli lah masing-masing. Sambil mikir "bawa pulang ah ke Indo"😆. Udah excited kan tuh punya payung baru, akhirnya kami keluar lanjut menuju stasiun ngejar waktu jadwal kereta.

Saturday, December 14, 2019

Circle Positif

Aku punya 2 kenalan, mereka lebih senior meski jarak usia tidak jauh. Satu masih proses hafal Qur'an -setahuku-, sebut saja Melati. Satunya lagi sudah khatam dan punya ijazah sanad, sebut saja Mawar. Nama-nama bunga😄

Saat aku kesulitan menghafal suatu surah (alias tidak maju-maju, di situ mulu' muter-muter..astaghfirullah😥) si Melati bilang, "Hah? Masih di situ? Masa' gitu saja nggak bisa?? Lamban amat! Itu juga nggak banyak kok. Lebih banyak hafalanku nih tiap hari. Lebih keraslah berusaha! Jangan main terus! Biar nggak bodoh". Kurang lebih seperti itu😂

Dan di hari yang berbeda saat merasa kesulitan lagi😓, komentar si Mawar begini, "Insyaallah kamu pasti bisa. Menghafal Qur'an itu harus sabar dan nggak perlu tergesa-gesa. Meski kamu merasa kamu lambat dibanding orang lain, tapi kamu jangan pernah berhenti berusaha". Nah gitu😢

Dan seiring berjalannya waktu, aku memang lebih akrab dengan si Mawar dibanding dengan si Melati. Lebih nyaman dengan orang-orang yang kalau ngomong masih pakai hati. Lebih mudah patuh dan nurut juga sama kata-katanya😆.

Friday, November 22, 2019

Backpackeran ke Malaysia

Di Malaysia kemarin, tiap sore sampai malam kan sering turun hujan. Sedangkan sepatu yang kupakai berbahan kanvas jadi otomatis kalau kelamaan kena air hujan airnya meresap masuk ke dalam sepatu..basah seluruhnya (akuu sediih..huhu), dan sengaja bawa 1 sendal jepit swallow kebanggaan rakyat Indonesia, sayangnya kadang pas jalan-jalan di sana aku lupa untuk masukin cadangan sendal itu ke tas alias kutinggal di kamar.

di depan Twin Tower, KLCC, Kuala Lumpur :)

Nah..Hari itu, setelah dari Astaca Morocco, aku dan teman-teman berencana menuju Twin Tower Petronas. Tapi sebelum sampai di destinasi akhir malam itu, kami menuju area perbelanjaan yang maaf aku lupa namanya😂 tapi sepertinya kawasan itu terkenal..banyak turis ke sana😁. Setelah disuguhkan mentari terik di siang hari, Alhamdulillah hujan turun menjelang sore hari. Meski kami bawa jas hujan (yang sempat dibeli beberapa hari sebelumnya di Sevel KL), tapi tetap aja area kaki nggak tertutup. Sudah diusahakan jalan kaki dengan hati-hati nan anggun, tapi tetap aja nemu genangan air yang mau nggak mau mesti dilewatin hikz.

Thursday, November 21, 2019

Bersama host family di Itami :)

Ini di Itami, Jepang, waktu ada jadwal homestay dari kampus (program dari kampus di Jepang). Kami para mahasiswa asing tadinya belajar di kampus yang sama di kota Kobe. Kemudian ada jadwal homestay, tinggal 2 hari 1 malam di rumah warga Jepang asli. Kami dipencar, beda-beda lokasinya. Rumah yang kami tempati pun dipilihkan oleh pihak kampus.

bersama Nao-chan :)

Ya Allah.. Setelah tinggal di asrama khusus mahasiswa asing, bisa ketemu teman sesama Indonesia, ngobrol pakai bahasa Indonesia (haha), akhirnya tiba hari dimana kami benar-benar tinggal terpisah di rumah warga Jepang asli yang otomatis harus lebih mandiri termasuk ngobrol pakai bahasa Jepang. Kalau kepepet, pakai bahasa Inggris juga sih. Atau bahasa tubuh..hahayy

Aku dapat kesempatan tinggal bersama keluarga Kokubo di Itami. Setelah diantar sama partner dari kampus Jepang ke stasiun kereta, udah dijelasin naik kereta apa, turun di stasiun mana, aku berangkat lah sendiri naik kereta itu ke stasiun Itami (lupa tepatnya gimana).

Apa aku berani ngebolang sendirian?
Sebenarnya nggak juga..deg-degan banget lah😂. Tapi mau nggak mau yaah haha

Thursday, November 14, 2019

Celoteh dari Thailand

Assalamu’alaikum. Hi, good people! Long time no see ^^ Apa kabar?

Langsung aja yaa..hehe

Sebelum berangkat travelling kemarin, mama selalu berpesan "Hati-hati jaga tas dan dompetnya. Di Thailand banyak pencopet. Tasnya jangan dikebelakangin". Gitu kata beliau. Mama Alhamdulillah udah terlebih dahulu ke Thailand, tapi bukan ke Bangkok, cuma sampai Hatyai. Mama travelling bareng teman sesama ibu-ibu. Karena ada teman mama yang saat itu kecopetan, jadi wajar mama mengingatkan seperti itu. Mama juga sempat bilang "Kenapa ke Thailand? Di sana gak ramai. Biasa saja. Kayak di Daya sini."
*orang Makassar tahu lah Daya gimana. Ramai karena tetap bagian ibu kota provinsi, tapi gak sepadat tengah kota Makassar apalagi Jakarta ya.. Hehe



"Thailand yang kudatangi Phuket dan Bangkok, Ma. Phuket macam Bali atau Labuan Bajo dan Bangkok tuh macam Jakarta. Jadi ramai begitulah."

Nah..back to urusan tas :D
Dikasih nasehat begitu, aku sedikit degdegan. Tas yang kupakai jalan-jalan kan ransel. Posisinya di belakang kayak foto ini. Pas udah di Thailand, agak kepikiran juga sih. Takut ada copet. Kalau suasana di jalan udah terasa ramai, padat orang lalu lalang di sekitar, aku biasanya pasang gestur narik tas ransel sedikit ke arah samping. Kadang juga ranselnya kupindahkan ke depan badan. Untuk jaga-jaga aja. Dan banyak-banyak berdoa juga, agar segalanya tetap berjalan aman selamat.

Dompet berisi uang Bath, Dolar, atm, dan paspor, aku simpan di tas selempang kecil lain warna hitam yang kusembunyikan di balik jilbab besarku. Kadang tas hitam itu kelihatan sih, aku kalungin di leher di luar jilbab, tapi posisi tas kecilnya tetap di depanku.

Thursday, August 29, 2019

Ketika Foto Editan Menjadi Kenyataan!

Masyaallah tabarakallah.

sebuah doa dan afirmasi positif :D

Foto pertama, saat masih SMA, iseng edit foto waktu jalan-jalan di kampus Unhas yang pepohonannya rindang jadi ala-ala musim gugur/autumn. Daun di pohon itu diubah dari warna hijau ke warna merah..agak maksa emang😆 tapi anggap aja itu bagian dari kreativitas😂. Aku pecinta Autumn sih🍁💕. Jaman dulu belum ada istilah halu. Padahal dulu sering ngehalu ya wkwk. Ngedit fotonya dengan niat "ntar insyaallah merasakan musim gugur yg asli di Jepang aamiin". Salah satu list impian.

Sebenarnya negara yang mau dikunjungi tuh banyak, biasalah anak muda..banyak impiannya😉 (sekarang juga masih muda😆*peace). Tapi Jepang termasuk list-list pertama. Dan foto-foto setelahnya, saat niat itu terwujud nyata di bangku kuliah beberapa tahun kemudian Alhamdulillah. Thank God.

Wednesday, July 31, 2019

Perjalanan ke Labuan Bajo dan Pendakian ke puncak Pulau Padar

Masyaallah alhamdulilah. Akhirnya bisa tiba di tempat cantik ini. Ini puncak Pulau Padar, NTT (Nusa Tenggara Timur). Dulu hanya lihat di sosmed, sekarang alhamdulillah bisa berkunjung di sini. Memang sih pernah berpikir "suatu hari mau jalan-jalan ke NTT..sekaligus mengunjungi teman di sana", hanya sekadar 'suatu hari', belum terpikirkan dana atau kapannya. Tapi takdir Allah bekerja. Gak pernah terbayang akan ke NTT secepat ini dan dengan cara seperti yang telah kulalui.
Suasana pagi hari di puncak Pulau Padar :) <3

Tanggal 22 Juli malam seorang teman (teman rasa saudara) menghubungi via chat WA. Dia bilang -+ "Aku mau ke Labuan Bajo tanggal 24, lihat komodo, mau ikut?". Aku tertawa, ajakannya tiba-tiba, aku bilang gak punya dana lebih. Danaku masih bersemayam di rekening teman-teman (*uhuk). Jadi aku jujur saja saat itu bilang gak punya dana lebih untuk liburan jauh.


Aku tanya apa tujuan sebenarnya ke Labuan Bajo, dia menjelaskan semuanya dan kami menyebut itu sebagai "misi rahasia". Mendengar penjelasannya (tentu saja 'liburan lihat komodo' bukan agenda utama), tergerak untuk mengiyakan ajakannya ke Labuan Bajo, tapi kendalaku saat itu masih di dana. Ternyata temanku siap menanggung biaya transportasi PP ke Labuan Bajo, dan dapat tiket pesawat tanggal 25 Juli berangkat jam 5.30 pagi (diundur dari yang tadinya berangkat tanggal 24 malam). Meminta dana ke orangtua? Gak mau ah, apalagi saat itu mama dalam proses pemulihan dari sakit.


Sebelumnya aku menemani mama selama lebih dari seminggu di rumah, kadang keluar rumah hanya untuk kerja beberapa jam dan hadiri kajian. Melihat kondisi mama membaik, sepertinya aku bisa tinggalkan rumah beberapa hari, karena rencananya di Labuan Bajo hanya 4-5 hari. Aku menceritakan niat untuk ke Labuan Bajo pada keluarga. Dan mereka mengizinkan alhamdulillah.

Tuesday, April 23, 2019

Untuk mereka yang Tak Setia





Facts❤️
_________
Tak pernah ada wanita yang tenang dan ridha bila orang yang berkata mencintainya justru mengkhianati dengan banyak cara. Merayu (flirting) lawan jenis dengan dalih hanya berteman atau hanya mencairkan suasana antar teman. Lalu berbohong dengan banyak alasan. Memutar balikkan fakta demi mencari aman. Bermuka dua. Menjatuhkan orang lain kemudian, dengan tuduhan "dia saja yang merasa didekati..padahal aku cuma menyapa biasa, dia saja yang berasumsi disukai, mereka saja yang geer dan baperan".
Kau punya andil salah. Tapi kau selalu tak mau disalahkan sendirian. Ketika terpojok, kau bawa-bawa nama mereka sebagai pihak yang juga patut disalahkan karena kau pikir mereka wanita-wanita yang mudah baperan dengan canda dan perhatian yang bagimu bukan hal spesial.
Duh.
Sudah berapa kali terulang alibi itu? Berarti sudah berkali-kali juga kau tersandung kasus yang sama, dengan lawan jenis yang berbeda-beda.
Pernahkah kau introspeksi diri? Bagaimana bila kelak anakmu diusik lelaki seperti gayamu, suka?