Wednesday, September 25, 2013

Pacaran: Budaya Jahiliyah, Mahsyur namun Membinasakan

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh :)
hmm..ngeri ya judulnya?
Memang. ^_^

Mari kita lanjut...*tarik nafas*

((Pacaran: Budaya Jahiliyah yg mahsyur namun Membinasakan))

 

Aku tidak punya hak (secara eksplisit) melarang orang-orang untuk pacaran. Itu hak masing-masing. Dosa pun tanggung masing-masing kan?
Saya hanya menyampaikan (dan akan selalu menyampaikan, dan in syaa Allah ini akan sampai pada orang-orang yangg mata hatinya dibuka Allah), bahwa...

Ikatan pacaran itu :
1. Ikatan yang tidak resmi juga tidak diridhoi Allah.
2. Tidak pernah diajarkan Rasulullah.
3. Tidak diakui dalam agama (Islam).
4. Tidak dilindungi Negara. Memangnya ada UU KDIP (Kekerasan Dlm Ikatan Pacaran)??
5. Tidak berkah karena rawan maksiatnya.
6. Tidak menjamin akan lanjut pada pernikahan, tapi maksiatnya terjamin dicatat malaikat dan disaksikan Allah.
7. Tidak banget deh!! :D


Bagaimana mungkin kita legalkan pacaran yg isinya dominan :
1. Khalwat, sekalipun mojok berdua di beranda masjid..widiih..nehi! Nehi!
2. Sentuh sana sentuh sini?? (Nikahin aja belum!?)
Kisanak, menyentuh nonmahram itu HARAM pakai capslock. ;)


Dalam hubungan ini yang lebih banyak ruginya adalah kaum wanita. Pria rugi di materi boleh jadi. Wanita?? Apa kehormatannya bisa kembali setelah (mungkin) putus?? Na'udzubillah..!!

Ikatan ini tidak menjadi Islami hanya karena :
1. Pelakunya berkerudung, bergamis pula, atau cowonya berjenggot.
2. Pelakunya anak ustadz/kyai.
3. Pelakunya lulusan sekolah Islami.
Tidak oh..Tidak!! ^_^


Jika terjadi keterpusingan dan ketercemasan serta gejolak amarah tak berkesudahan dalam hati terhadap postingan ini, in syaa Allah itu adalah SIGNAL dan MENTION KERAS dari Allah, agar :
1. Kita back to Qur'an dan Sunnah. Semua petunjuk ada di dalamnya.
2. Cari guru untuk belajar ilmu agama. Status kita tidak penting, sekolah dimana..anak siapa..IPK berapa..sudah yudisium atau belum..(*eeh), belajar ilmu agama tetap WAJIB hukumnya.
3. Berkumpul dengan teman-teman yang shalih/shalihah yang paham ilmu agama. Banyak orang yang sekedar tahu ilmu, tapi tidak paham. Jadi carilah yang PAHAM, karena yang paham akan mengamalkan ilmunya. :)

Waspadai ikatan NON HALAL yang dikemas dalam banyak varian, seperti :
1. HTS
2. TTM
3. TA'ARUF LABIL. Yakni ta'aruf tapi khalwat jalan bareng berdua, panggil2 abi-ummi sayang mesra-mesraan padahal tanggal lamaran aja belum jelas. *Tolong jangan jadi perusak citra ta'aruf syar'i.. :') 

4. LDR (yang senang melepas rindu via telfon dengan kekasih nonhalal dengan suara-suara yang sengaja dilembut-lembutkan.."akhi, udah makan? Ukhti, udah shalat? Akhi..ukhti..jangan lupa makan dan shalat, ntar mati lho..)
Menelefon sih boleh, tapi yang syar'i dan penting pembahasannya. Demi terjaganya hati, kisanak :)


Apa jika banyak yang melakoni pacaran, maka pacaran itu menjadi benar? Menjadi boleh dilakukan? Menjadi Halal?? Tidak. Begitu banyak petunjuk dalam kalam-Nya, bagaimana cara bermuamalah secara syar'i dan baik dengan lawan jenis, bagaimana menghindari fitnah, bagaimana menempuh jalur yang baik untuk mengenal calon pasangan hidup..lantas mengapa tidak dibaca, dikaji, dipelajari, dan diterapkan? Kurang sempurnakah Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman hidup kita sebagai orang-orang yang 'mengaku' hamba Allah??

Haaa.. Astaghfirullah...

Kawan, aku tetap berteman dengan siapa saja, termasuk dengan teman yang pacaran tuh. Mari saling mengingatkan, mengingatkan dalam kebaikan. Akupun masihlah belajar. Tak perlu segan untuk menasehatiku jika aku lalai dan keliru. Maaf atas kata yang menyakiti...


**Semoga kita semua bisa membuktikan diri mencintai-Nya. Belajar taat di tiap harinya. Aamiin ya Rabb...

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. :)


salam,
rahmah/emma

No comments:

Post a Comment

say what u need to say.. ^_^