Tuesday, September 23, 2014

Dia yang tak pernah lupa..

Masjid ini tak ada hijabnya, maka aktivitas jamaah pria dan wanita di lantai atas bisa terlihat dengan leluasa. Kecuali jika jamaah sedang membludak, maka jamaah wanta akan diarahkan ke lantai bawah dan jamaah pria tetap di lantai atas (salah satu sisi lantai atas yang kumaksud adalah seperti di foto ini).


Kujatuhkan pandangan ke arah depan dengan pikiran yang lepas. Pria berkaos cokelat lusuh dengan celana panjang hitam yang sedari tadi duduk di antara jamaah pria bangkit berdiri. Kedua lengannya tertekuk, seperti membentuk huruf V, kaku, dan punggung tangannya seperti lemas terjatuh. Ia berjalan gontai menuju shaf belakang dengan kaki yang tak sempurna pula bentuknya. Pelan, tertatih, memegang tas selempangnya dengan tangan yang tertekuk kaku. Lelaki itu duduk kembali di shaf belakang, menengadahkan tangan berusaha ke depan tapi hanya bisa terangkat melebar ke samping. Ia sapu wajahnya kemudian. "Pasti ia baru saja berdo'a", batinku.