Sunday, November 08, 2015

Tetap sama (Baiknya) di dua dunia

Sosial media. Dunia maya. Bagi sebagian orang, dianggap "dunia yang tak nyata".

Hal itulah yang menjadi alasan bagi sebagian orang untuk memperlakukan orang lain dengan seenaknya. Lupa bahwa yang diajak berinteraksi di sosial media ini adalah sama-sama manusia juga, bernyawa, hidup, memiliki hati dan pikirannya, nyata..sungguh nyata seperti dirinya juga.

Sebagaimana kita berlaku sopan di hadapan orang lain dalam keseharian (ketika offline) misalnya, bisakah kita tetap sama sopannya saat berinteraksi di sosial media?


Tidak sembarangan.
Tidak seenaknya berkata kasar.
Tidak mudah membohongi.
Tidak modus.

Tetap menjadi pribadi yang sama baiknya di alam yang 'mereka' sebut 'nyata'. Tetap bertanggungjawab. Tetap jadi diri sendiri dengan versi yang tiap harinya digembleng agar jadi semakin baik dan diridhai. Tidak bertopeng dan bermuka dua.

Ada Tere Liye di Gramedia!

Setelah mengantri panjang, akhirnya aku sampai juga di deretan depan untuk minta ttd penulis yang bukunya baru kubeli on the spot😁. Ya Allah..ramainya pengunjung di acara launching buku bang Tere Liye. Penulis yang ogah ogah ogah bangeeett difoto berdua~bertiga~berdempet-dempetan sama fans ajnabi (nonmahram) ini karyanya selalu best seller. Masyaallah.😁

Ohya, soal foto..beneran deeeh.. Mending jaga jarak, mbak-mbak dan ibu-ibu! Karena penulis satu ini (aku lihat sendiri) nggak akan mau foto bareng dengan kaum hawa, kecuali yang masih bocil. Tapi kalau foto bareng fans laki-laki, boleh. Jadi bagi kaum hawa, jangan nekad minta foto bareng kalau gak mau ditolak tegas. Serius deh. Bakal ditolak tegas😂. Apakah itu salah? Nggak dong. Itu hak bang Tere Liye.