Friday, November 28, 2014

Catatan Untuk Istri

Bismillahirrahmanirrahim :)

Catatan Untuk Seorang Istri

Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan kamu belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Justru sering kali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.


Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah-ibunya hingga dia beranjak dewasa. Tetapi sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad untuk menanggung nafkah seorang istri, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan tali pernikahan tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.



Suami rela menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan dan merawat anak-anakmu serta dirimu sebelum dia mampu membalas untuk merawat ayah-ibunya yang telah mengurus suamimu sejak kecil tanpa pamrih. Padahal dia tahu, di sisi ALLAH, engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripada dirinya sendiri di sisi Allah.

Bahkan ketika sudah mati, suami pun masih harus bertanggung jawab atas dirimu dan anak-anakmu. Apakah dia sudah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangganya? Sangat besar pengorbanan suami, begitu banyak waktu yang diluangkan untukmu. Oleh sebab itu, berilah dia kesempatan untuk berbakti dan membalas jasa kepada orangtuanya. Karena sesungguhnya dia sedang mengajarkan kepada anak-anakmu agar tetap berbakti dan sayang serta tetap dekat denganmu meski sudah berumah tangga.

Terjadinya konflik antara mertua dan menantu sering kali disebabkan sang mertua merasa anak laki-lakinya seperti orang asing, tidak perhatian dan tidak sayang lagi setelah menikah. Dan itu semua gara-gara kamu.

**

Nasihat almarhumah Ibu Hj. Ummi Kultsum Mahrus Aly kepada putri-putrinya:
"JANGAN KAU JAUHKAN SUAMIMU DARI IBU DAN SAUDARA-SAUDARANYA"

**

Terenyuh ketika pertama kali membaca tulisan ini, hmm sudah agak lama. Namun dengan membacanya lagi seperti kembali diingatkan. Diingatkan betapa seorang suami itu kelak akan berjuang dan bertanggungjawab dunia akhirat atas istri dan anak-anaknya, maka sudah sepatutnya kita sebagai istri menghargai dan mematuhi suami (dalam perkara ma'ruf). Dalan suka duka senantiasa bersama dan saling menguatkan. Saling mendukung dalam meningkatkan ketakwaan. Bersama-sama mendidik anak-anak hingga jadi generasi Rabbani. Berusaha menjadi istri yang juga dekat dengan orangtua dan keluarganya, bukan menjadi pemisah. Menjadi istri yang baik..menjadi Rahmat baginya..insyaaAllah.

Karena tulisan dan nasehat pernikahan ini menurutku cantiiiik..maka aku bagikan saja. Semoga bermanfaat bagi yang membaca. Baarakallahu fiikum. :)


Salam,

Rahmah/Emma

No comments:

Post a Comment

say what u need to say.. ^_^