Thursday, May 16, 2013

Mujahid cyber, jangan mencoreng!

Assalamu'alaikum, pemirsa! Konbanwa :)

Kali ini bahas apa ya?? -____-"
Kalau judulnya seperti di atas, apa sudah bisa 'tertebak' isinya?
Iya, orang lagi keseelll :D hihii *kok gitu?

Tadi seorang teman menyertakanku pada notenya. Isi notenya hmm...sebuah pertanyaan jika kita memang seorang muslim, apa kontribusi yang sudah atau pernah kita berikan untuk agama Islam? Dan beberapa saran untuk berkontribusi. :)
Sebenarnya yang di bawah ini adalah komentarku pada notenya yang kutambahkan dan kuedit sedikit karena di sana aku berusaha menahan diri untuk tidak berkomentar banyak (eeeh jadinya cukup banyak juga., jadi malu sendiri), dan juga karena ini blog, maka bahasanya perlu diutak atik agar aku dan orang yang membaca postingan ini bisa seperti berdialog langsung.. :)

Kontribusi..
mungkin bisa kuberi contoh salah satu kontribusi yang tidak sekedar di mulut yang berkata bangga menjadi muslim, melainkan juga berkontribus
i via perbuatan (spesifiknya: tulisan).
Di sosmed (semacam fesbuk) banyak sekali kita temui grup debat lintas agama. Kalian juga pasti pernah diseret ke sana. Dari sedikit lama-lama menjadi bukit, seperti itulah para mujahid cyber (pejuang Islam dunia maya, sebutanku) berdatangan untuk 'berjihad'. Dgn misi dakwah, membersihkan nama Islam dari fitnah. Fitnah kaum non-Islam yang buta akan keindahan Islam yang sejati. Mereka melakukan pengklarifikasian atau membantah tuduhan-tuduhan miring terhadap Islam dari pihak pemeluk agama lain dengan ilmu, kesantunan, dan penuh kesabaran.


BACA !! BACA !! DAN AMALKAN.. :)

Itu bagus. Bagus banget! Itu menurutku. Seperti tulisan yang tertera dalam gambar juga. Akhlaq Rasul..Subhanallah..keren yaaah? :)
Dan sometimes aku salut dengan orang-orang yang bisa melakukan itu. :)

Sayangnya tidak banyak yang bisa sebagus itu...

Type yang tidak bagus adalah..saat orang-orang yang mengaku muslim/muslimah itu malah dengan lantang membalas hinaan dan cacian dengan bentuk hinaan dan cacian yang sama, bahkan ada yang lebih buruk. Dan lucunya lagi, kebanyakan (tidak semua lho..tp kebanyakan) yang berulah seperti itu justru orang-orang yang ora ngertos opo2! Istilah dalam bahasa Makassarnya "pa'bambangang na tolo". Mereka cuma numpang tenar temannya yang memang berilmu, ikut-ikutan heboh, ikut-ikutan membenci sana sini, parahnya memang sengaja memprovokasi, parah dan gilanya lagi ada oknum-oknum yang sok jadi pahlawan dengan niat miring menggaet akhwat-akhwar lemah iman buat dijadikan HTS-an/pacar/simpanan yah sejenis itulah..Na'udzubillah min dzaaliik..!!

Nah..lalu.. Bukankah apa yg kita tunjukkan pada publik mencerminkan jati diri kita? Jati diri kita adalah seorang muslim, apa mencela dan menghujat tanpa sensor itu adalah akhlaq seorang muslim? Islam adalah agama Rahmat, muslim/muslimahnya penebar Rahmat. Ini yang saya pahami.
Kadang saya gerah melihat yang katanya para pendakwah dunia maya itu, malah lupa daratan dalam menyampaikan hujjah. Merasa paling benar dan tak mau mendengar pendapat orang lain. Nafsu amarah, ego, sempitnya hati, membuat mereka lupa. Dimana kesantunannya? Dimana kesabarannya?
Justru kontribusi mereka yang seperti itulah yang bisa saja mencoreng nama Islam di mata publik/dunia, lewat tulisan-tulisan mereka yang brutal dengan dalih dakwah. Maka yang hitam dalam pandangan publik awam menjadi benar hitam.


"Sesungguhnya Allah membenci orang yang buruk pekertinya dan kotor lidahnya" (HR.Tirmidzi)

Umat agama tetangga yang tergolong harby itu akan tetap melanjutkan celaan saat kita cela balik. Mereka senang melihat kita marah. Mereka tidak akan berhenti. Daripada menambah dosa, mengapa tidak berhenti meladeni saja? Meninggalkan dan mendo'akan biar mereka dapatkan manisnya Hidayah? Atau tetap mendakwahi dan melawan namun tetap dengan akhlaq seorang muslim?
Tidak mudah memang!
Jika tak sanggup, maka jangan semakin memperburuk..

Berkontribusi seperti itu juga ada tata kramanya. Menurutku, yang faqir ilmu ini..

Kalau memang Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam PERNAH menyampaikan dakwah dengan hinaan, mohon ceritakan padaku, karena mungkin akunya sendiri yang masih kurang tahu tentang itu. MUNGKIN riwayat itu (jika ada) yang menjadi contoh mujahid cyber brutal untuk berjihad di dunia maya. Katanya sih sebagai kontribusi untuk Islam. Haduuuh.. -_-"

Yah..seperti itulah kira-kira komentarku pada notenya, yang tentu di blog ini ada penambahan kalimat. Menuangkan uneq-uneq lebih tepatnya. Ah, curcol kayaknya yang lebih pas. -___-" ckckck. Tak apa-apalah. Selama curcol masih gratis :D
Ada banyak cara yang ahsan untuk menjadi pembela Islam di dunia maya, mengapa ambil cara brutal? Kebenaran akan ayat-Nya tetap bisa disampaikan dengan tegas dan berani, tanpa menggunakan kekerasan verbal yang akan menjatuhkan citra baik kita...
Dan oh ya..mengenai membela agama..jangan berlebih-lebihan sehingga hanya menjadi debat kusir yang tiada arti dan ujungnya. Sudah buang-buang waktu ngekoment sana sini, tapi tidak didengarkan, gimana??

Renungkan perkataan Imam syafi'i yuk :)

“Setiap bertambah ilmuku, maka semakin bertambah aku tahu akan kebodohanku.” (Imam Asy-Syafi'i)

Mari kita renungi bersama. Kita bandingkan dengan diri kita. Seringkali kita ketika mempunyai ilmu baru, kita merasa semakin pintar dan sombong. Berusaha menunjukkan kepintaran kita di hadapan orang lain. Bahkan tidak jarang digunakan untuk mendebat orang-orang yang belum tahu.
Aku pribadi jadi mengingat bahwa aku pernah berada di posisi itu. Mendapat suatu ilmu ibarat mendapat sebuah mainan baru, yang dimana mainan itu langsung kupamerkan pada teman-teman sepermainanku. Kini berusaha meredam sikap kekanak-kanakan seperti itu. Bersyukur juga pernah mengalaminya. hehehee
“Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk mendebat orang bodoh, atau berbangga di depan ulama, atau mencari perhatian manusia kepadanya, maka dia di neraka.” (HR. Ibnu Majah No. 253. At Tirmidzi No. 2654)
Mari kita belajar dari filosofi padi. Semakin banyak isinya, semakin pula ia menunduk (tawadhu’). Tawadhu'...berilmu namun tidak sombong, tidak juga senang memamerkannya dengan niat salah dan gaya yang arogan. Tetap mau mendengarkan pendapat orang lain. Sabar dan santun dalam menyikapi. Semoga kita bisa belajar untuk tawadhu'.. :) aamiin.

sifat penuntut ilmu :) (btw, ilmu kok 'dituntut' ya? emang salah apa dia??)

Wahai saudara-saudarikuuuu... Dunia menyimak! Dunia melihat! ALLAH MAHA MENGETAHUI! Mengetahu apa yang kita tulis dan apa yang kita niatkan dibalik tulisan itu. *semoga hati dan niat kita terjaga dan selalu bermuara pada ridha-Nya yaaa.. :) aamiin.

Tunjukkanlah bahwa ISLAM ITU RAHMAT. MUSLIM DAN MUSLIMAHNYA ADALAH PENEBAR RAHMAT..IN SYAA ALLAH..AAMIIN. Pasti bisa! ^_^
Sekian dulu. Mau lanjut membaca. Agenda malam ini soalnya.. ~_~"
Wassalamu'alaikum. :)


salam,
rahmah/emma

No comments:

Post a Comment

say what u need to say.. ^_^