Thursday, July 18, 2013

Kairo..aku mengenalmu lewat goresan pena..

Mesir... Kairo...
Awalnya, aku mengenalmu lewat sebuah surat, goresan pena seorang kakak, yang juga menjadi dongeng sebelum tidur di masa kecil.. ^^:)

Jaman 'dulu', komunikasi antara kawan di Indonesia dengan kawan di Mesir diperantarai SURAT. Mungkin di jaman Kang Abik (penulis) masih kuliah juga seperti itu, dan itu terangkum dalam karyanya. Mungkin. Ah, tapi bukankah sudah ada telefon? Apa jaman dulu, biaya untuk menelefon ke luar negeri mahal? Entahlah. Lalu bagaimana dengan email ya?? :o

Ohya..ini hanya uneq-uneq seorang hamba Allah mengenai perkenalannya dengan nama Mesir, Kairo, Al-Azhar. Jadi bagi penikmat tulisan ilmiah, yang mencari informasi terkini mengenai Mesir atau Kairo, wah..mungkin ini bukan tulisan yang tepat untuk kalian baca. Hehee

Kemudian aku flashback...

Di masa SD, terkadang aku 'dititipkan' di rumah tante, entah karena alasan apa akupun tak ingat lagi. Setiap aku menginap di rumah tante, aku pasti tidur bareng anaknya yang adalah kakak sepupu perempuanku. Usianya saat itu hmmm sekitar 20an tahun, masa-masa kuliah, baru saja selesai KKN. Nah, sebelum tidur si kakak selalu mendongengkan 'kisah ajaib'nya dengan seorang ikhwan dari Indonesia yang mengenyam pendidikan di Al-Azhar. Seingatku, mereka berkenalan lewat perantara teman juga, teman di Indonesia. Aku dibacakan surat-surat yang dikirim oleh sang ikhwan, lalu aku diperlihatkan fotonya (pendapatku saat itu tidak neko-neko, "cakep ya kak" :D), diperlihatkan beberapa benda yang dikirim fresh from Mesir (lupa apa saja, pokoknya ada dalam kotak), ada foto Fir'aun juga, foto Pyramida, Sungai Nil, dan lain-lain..
Oh Tuhan..jaman dulu Friendster pun memang belum lahir, apalagi facebook. Akses untuk berbagi info, kabar, apapun di jaman itu belum selancar jaman sekarang.

Jika di jaman dulu, seseorang menulis surat disertai beberapa lembar foto yang salah satunya adalah foto dirinya yang gayanya pun sederhana, tidak narsis, hanya berdiri sambil melipat tangan dengan setting gedung-gedung dan lingkungan yang 'tak biasa terlihat di Indonesia'..sekarang untuk menemukan foto seseorang sudah sangat mudah. Tidak perlu pakai surat, Friendsterpun sudah mati..abaikan, lihat..ada Facebook/twitter/de el el. Di facebook seperti ini misalnya, gaya foto seseorang yang teruploadpun beragam, mulai yang santai, yang cool, sampai yang ala CherryBelle pun aku pernah temukan. Padahal laki-laki lho... (ya, pria punya selera -,-a)
*Ooppss...bercermin...hehehe*

Nah, kembali ke topik saja..

Suratnya ada banyaaak sekali. Aku yang masih polos (kan SD? :D), pada akhirnya selalu minta diceritakan kalau ada hot news dari Mesir, karena kisah yang si kakak ceritakan padaku sangat menarik. Dia memang pendongeng yang hebat. Pernah aku didongengkan, sampai akhirnya jatuh tertidur..hehe. Sewaktu melihat foto itupun sambil mendengarkan ceritanya, aku hanya berpikir "Mesir itu dimananya Indonesia ya? Jauh? Kok ngelihatnya gersang ya..? (waktu itu lihat foto gurun pasir)", dan aku pikir Universitas Al-Azhar itu cuma untuk kaum adam saja. Hahaa..ndeso, maklumlah..anak SD. Belakangan baru aku tahu, mahasiswi Al-Azhar juga ada, dan setahuku kampusnya berbeda atau terpisah. Itu kata teman sih. Tapi kok di film sering kelihatan berpapasan antara ikhwan dan akhwat ya? Area kampus kah atau area luar kampus? Tak ngerti juga :D

Lalu beberapa tahun kemudian..

Ketika aku bisa mengakses internet, searching dengan mandiri, barulah bisa dapat tambahan informasi tentang Mesir. Tak lama, muncullah karya-karya novel Islami Kang Abik yang setting ceritanya di Mesir, seperti "Ayat-Ayat Cinta" dan "Ketika Cinta Bertasbih". Aku jadi mengingat kisah beberapa tahun silam, yang tertoreh di paragraf atas. Dari buku, dari film, wah..cuma bisa berkata "Subhanallah, hebat ya orang-orang yang belajar di sana ternyata.." :)

Sambil membayangkan sosok Abdullah Khairul Azzam..hehee. Huuss!! :p

Lalu Alhamdulillah.. Allah mengenalkanku juga dengan baaaanyak kawan-kawan yang kini tengah belajar di Al-Azhar, begitupun dengan beberapa kawan asli Mesir yang ramah-ramah. Maka semakin bertambah hal yang kuketahui tentang Mesir lewat cerita mereka. Mulai dari yang serius sampai yang konyol, semua ada. Akhwat dan ikhwan, semuanya baik, in syaa Allah. Kan notabene orang Indonesia memang ramah dan welcome.. :D

Tentang teman-teman dari Al-Azhar dan orang Mesir asli, aku mengenalnya lewat facebook ini, bukan surat lagi, tapi samalah fungsinya, menjalin silaturahmi dan komunikasi. Ada yang berteman karena hobi, ada yang berteman karena yah di-add atau meng-add begitu saja (mungkin karena ada mutual friendnya).

Berkenalan dengan salah seorang Azhariyah yang baik sangat aku syukuri. Dia pintar, berilmu, ramah, asyik diajak sharing aaaapa saja. Mulai dari yang serius, sampai yang menggalaukan..hehee. Meski belum bertemu langsung, tapi dia sudah kuanggap seperti kawan lama (padahal baru kenal 2 tahun..hohoo. Itu lama atau belum ya?). Sahabatan lah namanya :). Dari dia pun aku berkenalan lagi dengan akhwat yang lain, meskipun bukan Azhariyah. Tapi semuanya baik.. :)

Untuk teman ikhwan..hmm seingatku, ada sikon seperti ini dulu..

Aku di-add seseorang. Mutual friendnya tidak ada. Foto tidak kelihatan karena aku hanya meng-akses facebook dengan zerofacebook (lagi miskin waktu itu...nyari yang gratisan saja). Ini siapa ya? Laki-laki, kalau dilihat dari namanya. Aku itu paling malas confirm akun facebook orang (laki-laki) yang tidak kukenali. Jadi, aku abaikan beberapa hari. Hahaa :v
Tapi kok masih betah saja akunnya di friendlist... Mungkin karena tidak kuignore, jadi akun itu tetap saja ada. Oke, aku cek lagi akunnya, kasihan sih :v lalu aku klik About Him dan Oohh..mahasiswa Al-Azhar??

confirm!! :D

Heii kamu..Selamat yaa.. :v

Dari dia lah, makin bertambah kawan-kawan dari Al-Azhar. Mereka yang selalu baik dan mau meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaanku seputar agama, seputar Azhar, seputar aah apa saja, sampai ada yang pernah protes "kenapa pertanyaanmu susah-susaaah??!! -_-". Dia saja kesusahan..apalagi diriku.. -_-a

Berteman dengan mereka, makin sering berandaku dilewati dengan status tulisan arab. Itu bacanya apa coba? Tulisan arab gundul (ya nggak berambut gitu :D). Yang bisa dibaca saat itu cuma Ahlan wa sahlan :v hadoohh.. *masih miskin ilmu*

Dari mereka juga aku belajar 'memperbaiki' tulisan lagi. Lebih sering membaca. Karena sebagian dari mereka senang dengan karya sastra. Sastra..Jurusanku tuh.. Masa' anak Sastra kalah sama anak Syariah dan Ushuluddin dalam membahas Sastra?! Malu sama almamater! Aahk! tapi seperti itulah faktanya -_-"

Berteman dengan mereka pun jadi dapat motivator untuk mempelajari bahasa Arab dan menghafal Qur'an. :)

Berteman dengan mereka jadi tahu keunikan Kairo dan Mesir. Tahunya masih sedikit sih, tapi langsung dimasukkan dalam cerpan. Kadang berpikir, "ni cerpan bikin Al-Azhar naik pamor nih.. Trus kapan Unhas naik pamornyaaa?? kampusku tuuuh..XD"

Dan akhir-akhir ini berita tentang Mesir (kudeta itu..) membuatku kepikiran juga. Ada kasus penembakan pula :( ckckck. Terkadang bikin khawatir..apa aman di sana? Ya selama mereka masih bisa update status (mulai dari yang serius, kadar normal, sampai yang konyol) berarti mereka baik-baik saja. Dan semoga benar mereka semua selalu dalam lindungan-Nya.. Aamiin.

Berteman dengan mereka, in syaa Allah semoga mendapatkan kebaikan-kebaikan untuk semua pihak.. Semoga Allah ridha dan merahmati kita semua. Dan ukhuwah ini bisa terus terajut hingga ke Jannah.. :)

Aku juga senang dan bersyukur berkawan denganmu. Iya, kamu, yang aku temui di dunia nyata dan di sosmed ini, yang sempatin diri baca tulisan pure curhat ini. Ckckck
Terima kasih banyak yaaa.. ^_^ Jazakumullah khair.
Semoga Allah merahmati. Aku di sini tidak cari musuh. Aku cari ilmu dan persaudaraan. Maafkan aku jika ada salah kata dan perbuatan yaaa :)

Oh ya, ada yang bertanya, kemana kakak sepupuku itu?
Dia ada, sehat Alhamdulillah. Sekarang hidup bareng suaminya di Majene, dengan 3 anak mereka yang sudah besar. Suaminya, adalah kawannya..yang aku ceritakan di paragraf atas itu.
Sewaktu bulan lalu mereka datang ke rumah, silaturahmi, aku iseng bertanya pada si kakak ipar. "kak, dulu di Al-Azhar ambil jurusan apa?"
"Hadist, dek", jawabnya.
Kakak sepupu bertanya juga, "Kenapa? Mau masuk sana?"
"Oh..Temanku ada yang di sana", jawabku setelah sebelumnya cuma tersenyum.

Ah...pertanyaan yang pernah dilontarkan beberapa teman kalau aku sudah bertanya tentang Al-Azhar.."mau masuk ke sini ya??" atau "jadi masuk ke sini dek??"
Hellooo..sekalipun mau, ijazahku juga sudah tidak memenuhi syarat :v hehee. Biarlah anakku saja nanti yang ke sana, kalau dia mau.. :D
Itupun kalau Mesir cukup aman.. -,-a

Yah seperti itulah. :)

Karena waktu sahur sudah semakin sempit, dan mama sudah memanggil-manggil, aku sudahi saja ketikan curhat ini.
Lain kali berbagi coretan lagi.. in syaa Allah. :)



Salam,
Rahmah/Emma ^^:)

*Met sahuuuurr.. Semoga ibadah kita diterima ^^:) aamiin ya Rabb.

1 comment:

say what u need to say.. ^_^