Wednesday, July 24, 2013

Syauq ya Baitullah :')

Aku sedang di kamar, membaca beberapa buku di atas tempat tidur (lupa judulnya apa tapi berkaitan dengan apa yang saat itu sedang kumonitor di salah satu grup Islam di facebook), ketika ibu membuka pintu kamar dan bertanya dengan begitu santai, "mau umrah tidak?".
Dengan mimik wajah datar (karena mengira itu basa basi atau pertanyaan sekedarnya) hanya menjawab singkat sedatar ekspresi wajahku, "iya". Namun sejurus kemudian, ibu mengucapkan kalimat yang membuatku (mesti dan pasti) melambung tinggi, "Besok urus paspornya. Minggu depan berangkat, in syaa Allah."

Alhamdulillah ya Allah...

(Lalala...yeyeyeyeee~ \=D/ *alay)
Sungguh bahagia tiada terkira.

Aku tidak berani menebak-nebak karena hal apa aku bisa dipanggil Allah menuju Baitullah, apakah ada kebaikan yang kulakukan sebelumnya atau apa. Atau ada amalan apa gitu yang diterima? Ih..kalau berpikir yang seperti itu rasa-rasanya kepedean. Aku sadar masih berbuat dosa dan khilaf, ilmu agama masih sedikit, seperti tidak akanada habisnya untuk dipelajari. Tak ada yang patut disombongkan, bukan? Hamba yang kecil dan masih sering buat salah ini.:(
Tapi entahlah.. Itulah mengapa, aku malas menebak-nebak. Jadinya serba salah.

Bahkan seingatku, saat itu, aku tidak berpikir mengenai Baitullah sama sekali. Niat ke sana pasti ada. Cuma aku sadar, saat itu ikhtiarku biasa saja, tak segencar seperti kisah orang-orang yang begitu gigih untuk bisa berangkat menunaikan ibadah di sana. Kala itu, aku hanya sedang senang-senangnya membaca buku-buku agama. Bukannya mau sok alim, tapi karena terdorong oleh takutnya menjadi faqir ilmu, ya..aku sadar diri aku bodoh dan mesti belajar, dan memang sedang senang mencari dan mendapat hal-hal baru sekalipun 'hal baru' itu adalah hal yang biasa saja bagi penuntut ilmu yang lain di luar sana. Mengetahui suatu hal sekalipun itu masih secuil rasanya menyenangkan sekali. Dari satu ilmu, lalu mencari lagi yang satu, cari lagi, cari lagi, cari lagi, begitu terus, takkan berhenti mencari tahu. Maka tersadarlah diri ini, semakin mencari tahu dan mendapatkan sesuatu, ternyata diri ini masihlah belum banyak tahu, bodoh, dan memang sangat pantas untuk belajar.
Seperti itu 'kesibukan'ku dulu. Jadi tak berani diri ini menebak-nebak mengapa diberi rejeki ke sana, di saat aku tak sedang memikirkannya...
Ah, jangan-jangan rejekinya didekatkan di saat kita sibuk belajar?? *sok sibuk belajar :((
Hmm...

Biarlah semua menjadi misteri...

Allah pemilik segala rahasia. Dia Maha kuasa membuat hal yang tak terduga terjadi begitu tiba-tiba.

Tiba-tiba? Hmm..mungkin tidak.. :)
Sebenarnya semua sudah dirancang di megaserver Lauh mahfudz, hari, tanggal, bulan, dan tahunnya, bahkan hingga ke menit dan detiknya, setiap apa yang aku lalui. Duka maupun suka. Saat itu, mungkin sudah saatnya rejekiku menginjakkan kaki di tanah suci, Alhamdulillah bersama orang-orang terkasih...
Alhamdulillah sekali. Subhanallah.. :')
Adakah kata yang bisa melampaui makna 'Alhamdulillah' untuk menggambarkan kesyukuran yang begitu tinggi?? Jika ada, beritahu aku. Akan aku ucap dan tuliskan itu...


kebetulan di foto ini, bukan saya modelnya :D

Heii..itu Ka'bah lhoooo!! Yang diceritakan di dalam Al-Qur'an, kitab suci umat Islam!!
Ka'bah yang sebelum saat itu, hanya bisa kupandangi dengan mata berkaca-kaca di televisi, kucermati di lukisan-lukisan, dan kukagumi di foto-foto para kerabat dan kawan yang sudah lebih dulu merasakan syahdunya menumpahkan air mata rindu, cinta, syukur, dan air mata takut juga sesal akan segala dosa, tepat di depan ka'bah...
Masya Allah..Ka'bah itu pada akhirnya bisa tersentuh oleh tangan lemah ini, yang kain kiswahnya dihujani tangis, yang in syaa Allah do'a-do'a kebaikan dari hamba-Nya bisa diijabah Allah kala dipanjatkan di tempat-tempat mustajab. Semua karena Rahmat dan Kuasa dari Allah Azza wa jalla.. :')

Di lain waktu...
ingin sekali mewujudkan impian mengajak serta orang-orang terkasih itu untuk kembali berkunjung ke Baitullah, dengan hasil jerih payah sendiri tentunya. Ingin aku yang berkata, "yuk umrah! Aku ada rejeki dari Allah.." atau lebih khusus in syaa Allah, "Ibu, tahun depan naik haji bareng yuk..!". Atau bisa berangkat bareng pasangan halal suatu hari nanti?? Subhanallah..Amazing.. Nanti aku pakai kerudung pink (hah?pink??) saat jalan-jalan dengan dia. :D hahaa
Ya, ada do'a untuk aku dan si doi tentunya, biar bisa umrah/haji bareng :D. "Doi" yang entah siapa --a hehe. Mendo'akan rejekinya beliau lancar, do'akan diri jadi pembuka pintu-pintu rejeki. ;)
Semoga dikabulkan Allah.. Aamiin ya Rabb.
#eeaaa :D

Yaiyalah pantas kita berdo'a. Tak berdo'a tanda sombong...seolah kita bisa melakukan apapun tanpa-Nya. Astaghfirullah. Jangan sampai yaa.. :)

Entah akan memakan waktu berapa lama mencapai impian itu, hitungan bulan kah, tahun kah, aku tak tahu. Namun, aku terus berikhtiar, berharap, dan berdo'a kepada-Nya, agar rejeki halal yang diberikan Allah kepadaku kelak, suatu hari nanti (lebih cepat lebih bagus..in syaa Allah) bisa menjadi wasilah bagi orang lain, entah keluarga, ibu, kakak, nenek, tante, om, atau orang-orang yang kurang mampu yang mungkin tak kukenali, untuk juga bisa melangkahkan kaki di Mekkah dan Madinah, untuk beribadah khusyuk di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid Quba, dan masjid lainnya, untuk naik unta di area Jabal Rahmah, untuk napak tilas di Jabal Uhud, untuk merasakan terik menggigit gurun-gurun pasir, untuk berziarah ke makam Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat, untuk melakukan begitu banyak kebaikan dalam ujian kesabaran kala berada di tanah suci, bersama-sama dengan hamba Allah yang lain dari seluruh penjuru dunia merasakan nikmat Allah serta melantunkan syukur sebagaimana aku pernah merasakannya dalam serangkaian kegiatan umrah kemarin.
*ohya, aku rindu juga sama Es krimnya. Banyak yang jual es krim di sana..hehe :D

Mungkin orang-orang 'berada', berduit, berkantong tebal lainnya sudah merasa biasa dengan apa yang disebut "bolak balik ke luar negeri" atau sudah terlalu sering berkunjung ke Baitullah.
Bagiku tak apa. Justru bagus dan syukur sekali. Itu rejeki mereka. Berkali-kali berkunjung ke Baitullah adalah hal yang sangat membahagiakan aku pikir. Jika semua kemudahan itu tidak dimanfaatkan dengan baik, tidak disyukuri, dijadikan alat membanggakan diri karena menganggap umrah haji adalah hal yang kecil, bahkan memandang remeh, duh..sungguh merugi...
Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat demikian yaa..? Aamiin ya Rabb.

Allah memberikan kepada hamba-Nya rejeki dan memberinya dengan cara yang mungkin tak selalu sama. Rejekinya ada, caranya saja yang berbeda. Hal-hal seperti itu mestinya tetap kita syukuri, bukan untuk diirikan. Dan bagi yang belum memeluk rejekinya untuk ke Baitullah, sabar dan tetap berdo'a, syukur-syukur jika diikhtiarkan. Jika yang kurang ikhtiarnya saja bisa berangkat, apalagi yang gencar ikhtiarnya?! :D
Ingat..husnudzon pada Allah. :)
Bagi yang sudah atau sedang berada di sana, mohonlah do'a agar bisa dikembalikan lagi ke Tanah suci. :)

Hmm..ketika kita diberi rejeki berlebih atau bahkan kaya raya, mengapa tak jadikan harta melimpah itu sebagai wasilah menolong orang lain? Yang miskin, berkekurangan, biasa-biasa saja, banyak yang berupaya menolong dan berbagi..masa' yang asli berlimpah materi enggan berbagi? Pak bu.. Ayo sedekah.. Ayo menolong sesama.. Ayo berbagi.. Biar harta itu menjadi manfaat dan makin diberkahi. Misalnya begitu. :)
Tuh..abang Ippho Santosa, bunda Asma Nadia (contoh saja..), dan para ulama, ustad, dan orang-orang yang lain yang entah siapa dan apa pangkatnya..atau bahkan mereka yang tak berpangkat dan bertitel, banyak tuh yang sudah bolak balik ke Baitullah. Tentu dengan ikhtiar yang tidak sedikit. Beliau-beliau itu ada yang menolong dan memudahkan urusan orang lain ketika mereka mampu lho. Tidak mesti menunggu kaya raya dulu baru sedekah atau menolong orang kok. Ohya, ada lagi..kawan-kawan yang bekerja sebagai pramugari haji. Nah, mereka tuh ikhtiar dulu sampai akhirnya bisa ikut terbang ke Tanah suci dan mendapat kesempatan tawaf dan ibadah di sana. Ada juga ibu guru dari sekolah kecil di suatu kampung, mendapatkan umrah gratis (dibiayain sama seseorang yang misterius). Banyak jalan, dengan banyak alasan di baliknya.
Allah berikan hamba-Nya jalan menuju Baitullah dengan banyaaaaak cara. Jadi jangan putus harapan yaaa! :)
Selagi nafas masih ada, raga masih kuat, mari berikhtiar menjemput rejeki!!

Semoga aku, kamu, kita semua, bisa mendapatkan rejeki sebaik itu. Bisa beribadah khusyuk dengan niat yang lurus. Niat lurus mengharap ridha Allah. Jika niatnya lurus, misalnya mau mengumrahkan orang lain, in syaa Allah rejekinya dilipatgandakan. In syaa Allah..

Berkhusnudzon lah!!! :)

Luruskan niat. Baikkan ibadah. Gencarkan do'a. Teruslah berbuat kebaikan, teruslah menyampaikan kebaikan, luruskan niat, lakukan dengan cara yang benar, tak peduli manusia tak melihat atau melihat lalu memang meremehkan. Teruslah berbuat kebaikan. Kebaikan-kebaikan yang sesuai syariat. Semoga menjadi wasilah didekatkannya rejeki-rejeki halal kita, termasuk salah satunya bisa berkunjung ke tanah suci. :)
Aamiin ya Rabb...

Ohya, aku sempat bermimpi (ini mimpi beneran, yang muncul saat tidur..). Ada beberapa orang yang muncul di mimpiku, ada yang kenalnya sudah lama, ada yang kenalnya baru hitungan bulan, mereka sedang seperti menunaikan ibadah umrah atau haji gitu, karena feelingku ketika memimpikan itu ya seperti itu, mereka ke Baitullah. Aneh juga sih...ngapain mereka nyempil di mimpiku?! Kayak tidak bisa mimpi sendiri aja. Hehee
Tapi hal itu membuat senyumku terbit, berharap mimpi itu memang bisa segera jadi nyata, meski bukan aku yang berangkat tapi mereka..hehe. Semoga bukan sekedar bunga tidur. Wallahua'lam.

Mendo'akan yang terbaik saja untuk mereka, semoga diijabah-Nya. :) in syaa Allah..Aamiin.
Hei kamu..iya, kamu yang membacanya, mohon bantu do'a juga yaaaa!! Tak rugi kok bilang 'aamiin' dalam hati. Lebih syukur lagi mau mendo'akan khusus dalam shalatnya. Boleh jadi do'a kebaikannya malah balik ke dirimu sendiri.. :)

Inilah catatan sederhana yang timbul akibat hantaman rasa rindu akan Tanah suci dan segala isinya. *pengen bisa sahur, buka puasa, dan shalat tarawih di Baitullah bersama orang-orang terkasih..Aamiin :')
(maklumlah, lagi Ramadhan...melihat di tv kegiatan-kegiatan di sana, jadi ingin..^^)
Katanya, shalat tarawihnya di sana itu, sehari bacaannya satu juz ya? Subhanallah ya.. Para hafidz dan hafidzah bisa ikutin bacaan imam shalatnya. :')

Semoga bisa hmmm..memberikan kebaikan pada yang membaca. In syaa Allah. Maaf atas kata yang salah.
Mungkin segitu saja dulu. Kepalaku nyut-nyutan :D



***
Salam rindu,
Rahmah/Emma
Makassar. Rabu, 24 Juli 2013. Sekitar jam 4an, edit sedikit menjelang jam 6. Ketika angin subuh begitu kencang menampar pohon-pohon di luar rumahku. Bakal hujan apa gimana ya? ^^"


duh..ya Rabb..kapan ya aku bisa nulis catatan yang bawahnya itu kayak gini? :
Cairo. Jum'at, tanggal sekian bulan sekian.
Istanbul. Ahad, tanggal sekian bulan sekian.
Europe. Senin, tanggal sekian bulan sekian.
Atau dimana gitu..yang Engkau berkahi dan ridhai..

Hehehe ;) #ikhtiarkansajalah~

No comments:

Post a Comment

say what u need to say.. ^_^