Monday, September 24, 2018

Be Better Than Before

 


Waktu berulang tahun, seorang teman berkata usiaku udah gak muda lagi. Hadeh. Itu tergantung siapa yang mandang. Dibanding adik atau teman usia 20 tahun, tentu aku lebih tua dari mereka. Tapi bagi kakak atau teman usia 30 tahun ke atas, aku jelas lebih muda dari mereka.

Pertanyaannya, apa yang perlu aku risaukan?

Bukankah bila aku memohon pada Allah umur panjang yang berkah berarti secara tidak langsung usiaku memang akan semakin bertambah (bila Allah berkehendak mengabulkan), dan itu berarti aku memang akan menua dari segi usia, ya kan?!

Ketika nanti usiaku masuk angka 30..naik ke 40..50..dan seterusnya..otomatis aku memang akan menjadi lebih tua. Meskipun Allah misalnya menakdirkan wajah dan tubuhku nampak muda, itu perkara lain. Tapi toh memang akan menua. Usia menua tapi wajah awet muda..aamiin. kan bagus tuh yaa..hehe. Lalu kalau sudah begitu, berarti Allah sedang mengabulkan doa-doaku yang lalu, bukan? Yang berharap panjang umur dan berkah (berkah ya Rabb...aamiin aamiin).

Aku hanya harus bersyukur. Bukan merisaukannya.


Kecuali kalau sudah membahas "apa-apa saja yang sudah aku lakukan dalam perjalanan hidupku dari tahun ke tahun? Banyak kebaikan kah, atau keburukan? Jadi lebih baik kah, atau tidak?" Itu yang perlu dirisaukan.

Bukan angka usia yang perlu dirisaukan. Tapi kualitas usianya.

Dalam rentang usia 20 tahun ini, di setiap momen hari lahirku, aku selalu mengingat bahwa Allah telah memberi kesempatan aku mengecap usia tersebut dan itu lebih membuatku banyak bersyukur. Sebab belum tentu orang lain di luar sana bisa menginjak usia yang sama sepertiku. Ada banyaaak sekali orang yang meninggal di usia lebih muda. Ada sahabatku meninggal setelah ia lulus kuliah. Ada sahabatku yang lain meninggal beberapa bulan setelah anak pertamanya lahir. Saudara kandungku pun ada yang berpulang ke sisi-Nya di saat dia masih aktif kuliah. Saudari kandungku yang lain (Insyaallah) telah menjadi bidadari Surga karena ia pergi untuk selama-lamanya ketika masih bayi. Banyak orang yang lahir, hidup, bertumbuh, tapi gak bisa melanjutkan hidup sampai usia 20 tahun misalnya, usia menuju dewasa. Atau ada mereka yang meninggal di usia 25 tahun, itupun naasnya ada yang habis jatah hidupnya dalam keadaan sedang berbuat dzalim atau kriminal. Na'udzubillahmindzalik tsumma na'udzubillah.

Maka..aku takut bila merisaukan angka usia yang bertambah atau takut menjadi tua, itu seperti mengkode Allah untuk memanggilku lebih cepat dalam keadaan belum banyak beribadah dan berbuat baik. Astaghfirullah.

Jatah hidup itu rejeki. Lebih baik kuperbanyak meminta keberkahan dalam seluruh usiaku, dibanding galau karena memikirkannya dari sisi duniawi saja.

Betapa banyak orang yang usianya lebih tua dariku, mereka tumbuh menjadi sosok dewasa yang mengagumkan, semakin bijak, lebih sukses, dan semakin dekaaaat dengan Allah. Makin taat dan bertakwa. Itu tuh yang penting, "menjadi hamba Allah yang semakin bertakwa, dekat dengan Allah, yang insyaallah berkah hidupnya". Mengapa tidak fokus meneladani orang- orang dewasa keren ini?

Ingatlah... (Pengingat untuk diri)
Bertambah usia adalah bukti Allah memberi banyak kesempatan untuk diri hamba-hamba-Nya agar menjadi lebih baik dan bertakwa. Bukan untuk mengulang maksiat dengan sengaja. Tidak semua orang mendapat kesempatan ini.
Dan garis bawahi ini...
Takut bertambah usia, seolah meminta dimatikan dengan segera. Hati-hati.
(Bagus kalau husnul khotimah. Kalau su'ul khotimah?! Apalagi karena kebanyakan nyinyirin orang... Astaghfirullah)

Dalam Islam sendiri, usia tua adalah yang berumur 60 tahun ke atas lho, bukan usia 25 tahun plus, atau belum nyampe 30. Dan sebelum masuk usia 40 tahun itu udah ada warning agar kita berusaha memperbaiki diri, sifat, tabiat, kebiasaan. Berubah dari yang buruk ke yang baik. Agar di usia 40, yang baik-baikah yang paten sampai tua.

Mudah-mudahan aku dan siapapun, bisa lebih bijak memandang usianya dan usia orang lain.

Dan pesan untuk kamu yang masih senang banget nyinyirin bertambahnya usia orang, padahal kamu sepantaran dengannya atau berusia tidak jauh beda darinya,....
Ingat dulu tahun kelahiran kamu sendiri. Toh kalian SAMA. Kalau kamu nyinyirin dia tua, memangnya kamu muda?! Atau bakal muda terus?
Bedanya dia menua tapi boleh jadi dia makin shaleh, trus...kamu?

*Ini biasanya terjadi di dalam pertemanan seangkatan. Entah sekolah atau kampus. Ah..kadang pun terjadi pembullyan usia dalam majelis liqo. Dia beda 1 atau 2 tahun aja dari mayoritas temannya, kesannya kayak salah pergaulan. Bahkan teman yang seumuran dengannya pun tidak sudi mengaku seumuran dengannya, mereka merasa lebih muda.
Come on....😂

Nah..kalau masih kekeuh nyinyirin usia orang, dengan dalih "aah..gue mah beda 1 atau 2 tahun dari dia..jadi mudaan gue lah..", mudah-mudahan jatah hidup kamu gak diberhentikan di usia muda ya. kalau panjang umur sih bakal dapat usia kayak teman kamu juga kok (kalau panjang umur ya..). Soalnya yaaa, sekali lagiii.. menolak menua sama halnya meminta dicukupkan rejeki hidupmu di usia muda.

Kalau aku sih...
Lebih baik ngacaaa, sebelum ngomentarin usia orang. Lebih elok lagi meneladani orang yang makin tua usianya tapi bisa makin shalehah...semoga hidup berkah. Barakallahu fi umriik. Aamiin

Terakhir, pengingat lagi buatku..
Kalau terbesit keinginan berbuat dzalim dan maksiat, ingat usia yang udah tua dan jatah hidup yang udah berkurang. Mudah-mudahan niat berbuat buruk langsung hilang.
Kalau untuk berbuat baik dan beramal shaleh, pandang aja usia kita masih muda sehingga kita terus bersemangat (layaknya anak abegehhh berjiwa muda dan sehat bugaaarr) untuk melakukan kebaikan tersebut.

Pendapatku dan pembaca gak mesti sama. Aku menulis karena senang menulis, dan inilah pendapatku. Semoga tulisan ini membawa dampak positif dan bermanfaat. Menulis untuk mengingatkan diri.

Rahmah Alhasnah
Makassar. 24 September 2018.

#catatanrahmah

No comments:

Post a Comment

say what you need to say & be kind :)